Dispendik Lacak Soal yang Bocor

0
266

UPTD Pendidikan Giri Memanggil Seluruh Kasek
BANYUWANGI – Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi langsung bertindak cepat mengusut dugaan kebocoran soal ujian semester sekoIah dasar (SD) di Kecamatan Giri ini. Senin malam lalu (8/ 12) Dispendik memangil seluruh kepala SD di wilayah Kecamatan Giri. Pengumpulan seluruh kasek kecamatan Giri, Supiyati. Dengan tegas Supiyati menegaskan bahwa kebocoran naskah soal Standarisasi Hasil Belajar (SHB) kelas 6 SD itu berasal 31 dari wilayah Kedaulatan Giri.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebab UPTD Pendidikan Kecamatan Giri sudah melakukan pendistribusian naskah soal dan jawaban dengan pengawasan ekstra ketat. “Distribusi soal kita lakukan dengan ketat dan profesional, jadi sangat tidak mungkin bila kebocoran ini berasal dari UPTD Kecamatan Giri,” ujar Supiyati. Dia mengakui, proses pembuatan soal ujian tersebut juga dilakukan Dispendik dari Musyawarah Kelompok Kerja Guru (IvIKKG). Selain itu, materi naskah soal ujian tersebut sama untuk seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Bahkan, balik menuding isu kebocoran soal SHB tersebut merupakan sebuah upaya pihak lain untuk menjatuhkan dizinya. Sebab, tiga tahun terakhir wilayah UPTD pendidikan Kecamatan Giri selalu dijadikan sasaran oknum tertentu untuk menyebarkan isu kebocoran soal. “Bisa jadi kebocoran ini berasal dari kecamatan lain, atau saat proses pendistribusian dari dinas,” imbuhnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono, melalui Kasi Pendidikan Dasar, Hamami, mengaku sudah melakukan tindaklanjut. Dispendik telah mengumpulkan semua Kepala UPTD kecamatan.

Loading...

Bahkan, Dispendik sudah melakukan kroscek langsug dengan bertemu kasek di wilayah UPTD Kecamatan Giri sebagai wilayah yang tertuduh melakukan pembenaran. “Sudah saya cek dan prosesnya sudah sesuai prosedur dan sangat ketat. Sangat tidak mungkin tersebar dari Kecamatan Giri,” jelas Hamami. Investigasi yang dilakukan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dari delapan soal yang saat ini beredar, empat mata pelajaran yang sudah diujikan mulai Senin hingga Selasa kemarin, ternyata sama per dengan soal kelas 6.

Mata pelajaran tersebut adalah PKN, pendidikan agama Islam, matematika, dan bahasa Jawa. Bahkan, beberapa siswa kelas 6 SD sepulang sekolah melaksanakan ujian SHB di Kecamatan Rogojampi, mereka dengan tegas menyebut bahwa fotokopi soal yang beredar itu sama persis dengan yang sudah dia kerjakan. “Benar, soal ini yang kita kerjakan barisan. Ini saya malah bawa satu naskah soal,” ujar Ima, salah satu siswa SD di Kecamatan Rogojampi, sambil menunjukkan naskah soal yang sudah diremas.

Sementara itu, DPRD Banyuwangi berencana memanggil Dispendik untuk mengklarifikasi dugaan kebocoran soal SHB SD tersebut. “Kita akan secepatnya panggil Kepala Dispendik untuk meminta kejelasan dugaan kebocoran dan dugaan jual-beli soal SHB SD ini,” ujar Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, kemarin. Diberitakan sebelumnya, materi ujian SHB tingkat SD kelas 6 di Kecamatan Giri diduga bocor Wali murid menemukan fotokopi beberapa soal tersebut sudah beredar sebelum ujian. (radar)

Loading...