Ditemukan 32 Kasus Demam Berdarah, Dinkes Banyuwangi Imbau Warga Aktif Berantas Jentik Nyamuk

0
269

BANYUWANGI – Setelah ditemukan 32 warga yang terjangkit penyakit demam berdarah (DB), Pemkab Banyuwangi melalui Dinkes Banyuwangi gencar melakukan imbauan kepada warga untuk aktif melakukan tindakan pencegahan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Saat ini telah ditemukan 22 kasus DB pada bulan Januari, dan selama Februari muncul 10 kasus DB. Total sampai sekarang ada 32 kasus DB di Banyuwangi selama tahun 2019. Jumlah ini lebih rendah dari kasus tahun lalu sebanyak 38 kasus DB,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr. Wiji Lestariono, Senin (11/2/2019).

Pria yang akrab disapa dr. Rio menuturkan, jumlah tersebut merupakan hasil laporan rumah sakit (RS) yang ada di Banyuwangi. Setiap ditemukan kasus pasien DB, RS wajib melaporkan kepada Dinkes. Apalagi pada musim penghujan ini penyakit DB menjadi penyakit musiman yang menyertainya.

“Rata-rata pasien menjalani rawat inap selama 3-5 hari dengan tingkat kesembuhan 100 persen. Kami berharap jumlah ini tidak akan bertambah. Untuk itu kami sangat berharap keterlibatan aktif segenap warga untuk menghindari DB dengan memberantas jentik nyamuk,” harapnya.

Penularan DB, lanjut Rio, terjadi karena gigitan nyamuk Aedes agepty. Untuk itu cara untuk menghindarinya adalah dengan menghilangkan terjadinya penetasan jentik nyamuk tersebut.

Salah satunya lewat gerakan 3M plus yakni menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, tempat penampungan air minum, pot bunga. Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DB.

“Sedangkan plusnya bisa dengan berbagai pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya. Ini semua sangat butuh peran aktif dari setiap warga,” ujarnya.

dr. Rio menambahkan, Dinas Kesehatan sendiri telah melakukan sosialisasi kepada warga, termasuk melibatkan kader PKK di setiap kelurahan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu di dasawisma masing-masing.

“Kami juga mengintensifkan pemeriksaan jentik berkala oleh petugas puskesmas. Seperti contohnya Puskesmas Kertosari Banyuwangi yang melakukan monitoring cek jentik satu rumah satu oleh Jumantik (juru pemantau jentik). Mereka juga melibatkan anak sekolah sebagai jumantik cilik untuk ngecek jentik di sekolah dan di rumahnya masing-masing sebagai salah satu bentuk edukasi mencegah demam berdarah,” tandasnya.

Loading...

Jual Total Station Sokkia Cx-105 Cx-105C Call 087783989463

Jual Total Station Sokkia Cx-105 Cx-105C Call 087783989463

ALAM SURVEY Jl. Al-Mubarok II No.31 Joglo,Kembangan Jakarta barat 11640 Contact Person Nama : Saepulloh HP / WA : 087783989463…
01/28/2019
Jakarta Barat