Ekonom Universitas Brawijaya Bukukan Dampak Ekonomi Banyuwangi Festival

0
662
Loading...

“Ekonomi festival layak dipertimbangkan menjadi kajian serius, bahkan cabang ilmu baru, seperti halnya ekonomi pertanian, ekonomi perbankan, dan sebagainya. Hal ini mengingat sekarang banyak daerah menggarap festival, di mana salah satu yang paling awal memulai adalah Banyuwangi,” papar Dias.

Menurut Dias, festival menjadi pengungkit paling efektif dalam meningkatkan promosi destinasi. “Buku ini juga me-review pelajaran dari festival-festival di berbagai belahan dunia yang terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata peraih gelar Young Economist Award dari Menteri Keuangan itu.

Buku tersebut, kata Dias, terinspirasi dari perjalanan studinya di South Australia ketika melihat event-event lokal, seperti Adelaide Fringe, Royal Adelaide Show, dan festival lokal lain. Tema ‘lokalitas’ yang diangkat begitu jelas, sehingga mengangkat potensi lokal, baik seni-budaya, alam maupun atraksi yang menarik wisatawan.

“Ketika kembali ke Indonesia tahun 2015, saya takjub dengan branding Banyuwangi yang dikemas dalam ‘Banyuwangi Festival’. Saya belajar dari manajemen Banyuwangi yang secara integratif memajukan potensi lokal melalui beragam strategi pembangunan termasuk festival. Dalam waktu singkat, festival menjadi kekuatan ekonomi baru Banyuwangi,” paparnya.

Dari Banyuwangi Festival kemudian lahir nilai tambah yang mendorong investasi di berbagai sektor di Banyuwangi, seperti perhotelan, industri, pertanian, dan perdagangan.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last