The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

Monitoring Results from Banyuwangi Agriculture Department and East Java PDHI IV, No Pregnant Sacrificial Cows Found

results-monitoring-dispertan-banyuwangi-and-pdhi-jatim-iv,-no-found-pregnant-sacrificial cows
Monitoring Results from Banyuwangi Agriculture Department and East Java PDHI IV, No Pregnant Sacrificial Cows Found
Register your email to Subscribe to news delivered directly to your mailbox

Radarbanyuwangi.id – Meanwhile, during the slaughter of sacrificial animals is carried out on Monday and Tuesday (17-18/6). Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PhDI) dan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) tidak menemukan hewan kurban bunting yang disembelih.

Seperti yang disampaikan ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jatim IV Banyuwangi, Drh Risa Isna Fahziar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk tahun ini tidak ada induk sapi bunting yang disembelih untuk kurban. “Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, tidak ada laporan ditemukannya induk bunting yang disembelih menjadi hewan kurban,” he said to Jawa Pos Radar Tile.

drh Risa mengaku bersama Dispertan Banyuwangi terus mengimbau kepada para dokter hewan dan petugas di setiap kecamatan, untuk memastikan kondisi hewan kurban sebelum disembelih.

Mereka harus memeriksa apakah tubuh hewan tidak cacat dan tidak menunjukkan gejala penyakit. “Petugas harus memastikan hewan kurban tidak sedang bunting sebelum disembelih,He said.

Pemeriksaan kebuntingan, khususnya untuk hewan betina yang akan dijadikan kurban, terang drh Risa, itu dianggap sangat penting, demi memastikan kesejahteraan hewan dan mematuhi aturan yang berlaku. “Catatan bagi teman-teman yang memotong hewan ternak betina, agar memanggil petugas kesehatan hewan dulu untuk pemeriksaan kebuntingan,he explained.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dispertan Banyuwangi, Nanang Sugiharto, mendukung PDHI yang memeriksa kebuntingan hewan kurban.

he stated, akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban dalam tiga hari ke depan. “Laporan final, kami melakukan kegiatan post-mortem selama tiga hari ke depan. Mulai Senin hingga Rabu,He said.

Pemeriksaan hewan kurban ini, dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit seperti fasciola hepatica yang bisa menginfeksi sapi.

Nana said, hasil dari pemeriksaan ini akan memberikan gambaran jelas tentang kondisi kesehatan hewan kurban di Banyuwangi. “Nanti dapat diketahui jumlah sapi yang terserang fasciola hepatica,"he said.(rei/abi)