Festival Banyuwangi, Promosi, Pariwisata dan Anak Yatim

0
449
PEDULI DAERAH: M.Basir bekerja di Pulau Dewata.

SALUT atas kerja dan dedikasi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan pasagan duetnya Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dalam memajukan Banyuwangi. Sudah cukup lama (mungkin tak pernah) Banyuwangi seperti kota mati. Tanpa menuai prestasi nyaris sempurna seperti sekarang ini. Menyimak tulisan Abdul Aziz (Radar Banyuwangi, Senin, 19/11/2012).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dua mantan Bupati Banyuwangi sebelumnya, Samsul Hadi dan Ratna Ani Lestari, pernah berupaya membawa Banyuwangi ke kancah nasional dan internasional dengan membuat lapangan terbang (lapter) sebagai salah satu upaya keluar dari kunkungan isolasi diri. Tetapi, akhirnya kedua mantan bupati itu gagal. Justru, keduanya tersandung dugaan korupsi proyek yang mereka dengungkan akan membawa Banyuwangi ke kancah Internasional. Memalukan!

Peringatan Hari Jadi Kota Banyuwangi (Harjaba) ke-241, dengan sederet rangkaian kegiatan yang dikemas dalam Banyuwangi Festival 2012 di Bumi Blambangan, 5 November hingga 22 Desember 2012. Bisa menjadi tolok ukur dedikasi dan prestasi seorang pemimpin. Kemauan, ide, harapan dan keyakinan Abdullah Azwar Anas sebagai pemimpin Banyuwangi, tidak diragukan lagi. Top markotop!

Perhelatan spektakuler yang digagas tahun ketiga duet kepemimpinan Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko dalam memperingati Harjaba, adalah ide yang sangat cerdas mempromosikan Kabupaten Banyuwangi ke kancah nasional dan internasional, teruta ma dunia pariwisata Selama ini, penulis tinggal di dua kota (Jogjakarta dan Bali) yang sudah tidak diragukan lagi kemasyhurannya sebagai destinasi utama wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri. Setidaknya, perhelatan spektakuler yang digagas Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan Banyuwangi sebagai destinasi pariwisata, kelak bisa menyamai kedua tempat tersebut.

Bahkan, kemasyhurannya sebagai destinasi utama bisa mengalahkan keduanya. Dengan begitu, denyut perekonomian masyarakat Banyuwangi bisa naik. Kesejahteraan masyarakat Banyuwangi terjamin. Penulis yang sudah sangat lama meninggalkan kampung kelahiran di Glenmore, Banyuwangi. Dengan peringatan Harjaba dengan sejumlah hajatan spektakuler di bumi Sunrise Of Java (bukan sunrice of java, seperti ditulis di brosur), rasa rindu dengan kampung halaman sangat terasa kuat.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last