sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kabar baik bagi pemudik tujuan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ruas Jalur Tol Yogyakarta-Solo segmen Prambanan–Purwomartani akan dibuka secara fungsional mulai Jumat, 13 Maret 2026.
Pengoperasian ini ditujukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Memasuki periode angkutan Lebaran, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait terus mematangkan skema rekayasa lalu lintas.
Kehadiran jalur tol fungsional sepanjang 11,48 kilometer tersebut diharapkan menjadi solusi konkret untuk memangkas waktu tempuh sekaligus mengurai kepadatan kendaraan menuju Kota Gudeg.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, memastikan pembukaan fungsional akan dimulai pertengahan Maret.
“Nanti dimulai sekitar tanggal 13, Jumat,” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (19/2).
Berlaku Satu Arah ke Yogyakarta
Erni menjelaskan, pengoperasian ruas tol ini bersifat fungsional satu arah (one way) menuju Yogyakarta saat arus mudik.
Artinya, kendaraan dari arah Solo dapat keluar (exit) menuju wilayah DIY melalui Purwomartani.
Namun, jalur sebaliknya—dari Yogyakarta ke Solo—belum dapat difungsikan. Keterbatasan infrastruktur menjadi alasan utama.
“Fungsionalnya nanti adalah out (exit), bukan in (masuk). Kalau in nanti masuk ke Prambanan yang secara infrastruktur belum siap. Masih perlu pembebasan lahan untuk U-turn yang belum ada,” tegas Erni.
Keputusan ini merupakan hasil rapat koordinasi antara Pemda DIY, stakeholder wilayah Solo, serta Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.
Pangkas Waktu Tempuh Hingga 50 Persen
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwanto, sebelumnya mengungkapkan progres pembangunan segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 95 persen.
Menurut Rivan, pengoperasian fungsional ini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan menuju DIY.
Page 2
Page 3
“Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya bisa memakan waktu hingga 45 menit, diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit,” ujarnya.
Efisiensi ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi jutaan pemudik yang diprediksi memadati jalur menuju DIY saat Lebaran 2026.
Selain mempercepat akses ke pusat kota, ruas tol tersebut juga membuka jalur cepat menuju destinasi wisata unggulan seperti Candi Prambanan tanpa harus melewati kepadatan jalan nasional.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan di Exit Tol
Kendati demikian, pengoperasian jalur fungsional bukan tanpa tantangan. Titik keluar tol di kawasan Purwomartani dan Sleman Timur berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.
Jika tidak diimbangi dengan rekayasa lalu lintas yang optimal, kepadatan bisa bergeser ke jalan kabupaten yang relatif lebih sempit.
Dishub DIY pun akan kembali menerapkan pola pengaturan lalu lintas seperti saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Strategi tersebut dinilai efektif dalam mengurai kepadatan di titik-titik rawan macet, termasuk optimalisasi jalur alternatif.
Proyeksi Jumlah Pemudik Turun
Pemda DIY juga mengacu pada proyeksi terbaru dari Kementerian Perhubungan terkait jumlah pemudik nasional.
Data menunjukkan angka pemudik diperkirakan turun dari 153 juta orang pada 2025 menjadi sekitar 143 juta orang pada Lebaran 2026.
Meski menurun, jumlah tersebut tetap tergolong besar dan membutuhkan kesiapan infrastruktur yang matang.
Menurut Erni, data tersebut menjadi salah satu acuan utama dalam menyusun strategi pengendalian arus kendaraan selama periode mudik dan balik.
Didukung Pengoperasian Tol Yogyakarta–Bawen
Kelancaran akses menuju DIY juga diperkuat dari arah utara. Segmen Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer direncanakan turut beroperasi secara fungsional.
Ruas ini diproyeksikan mengalihkan arus kendaraan dari arah Semarang agar tidak terpusat di jalur nasional menuju Yogyakarta.
Selain itu, jalur tersebut memperlancar mobilitas kendaraan menuju Magelang dan Temanggung.
“Jalur fungsional Ambarawa–Bawen akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan dari arah Jalan Tol Semarang–Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen,” kata Rivan.








