Galakkan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

0
503
BANTU BIBIT: Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Dani Abdullah Azwar Anas (tengah) disalami peserta pelatihan kemarin.
BANTU BIBIT: Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Dani Abdullah Azwar Anas (tengah) disalami peserta pelatihan kemarin.

BANYUWANGI – Jelang musim hujan, pemerintah daerah menggalakkan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran dan tanaman obat (toga). Guna mensukseskan program tersebut, pemerintah memberikan bantuan stimulan bibit sayuran dan toga kepada sekitar 1.250 orang wanita dari 50 kelompok wanita tani (KWT).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bantuan bibit sayuran dan toga dalam polybag itu diserahkan kepada kelompok wanita tani yang tersebar di delapan kecamatan. Delapan kecamatan itu adalah Banyuwangi, Kabat, Sempu, Giri, Bangorejo, Songgon, Singojuruh dan Licin. Selain menggerojok bantuan bibit, pemerintah juga menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayur dan toga. Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten.

Loading...

Dalam pelatihan yang berlangsung di gedung Korpri itu, ada sekitar 425 peserta yang mengikuti kegiatan itu. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita tani dalam optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayur dan toga,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Dani Abdullah Azwar Anas. Menurut Dani, lahan pekarangan merupakan areal yang cukup potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Selain memenuhi aspek estetika dan sumber pemenuhan gizi, juga bisa menjadi sumber pendapatan untuk menunjang ekonomi keluarga. Karena itu, PKK menganggap perlu melibatkan peran serta aktif masyarakat. “Kaum wanita sebagai elemen penting dalam kemajuan pembangunan,” tegas Dani. Saat ini, lanjut Dani, animo kaum perempuan terhadap pemanfaatan lahan pekarang cukup tinggi. Hanya saja, kondisi itu masih terkendala keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis budidaya. “Karena itu, PKK dan Dinas Pertanian mengambil insiatif menyelenggarakan pelatihan ini,” ungkap Ny Dani.

Pelatihan dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas. Melalui pelatihan ini, Bupati Anas berharap ada motivasi dan referensi bagi kelompok wanita dalam mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman holtikultura. “Melalui program ini, kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal,” harapnya. Kepala Dinas PKP, Ikrori Hudanto menambahkan, program ini akan terus digalakkan. Saat ini, areal pekarangan rumah warga belum maksimal di manfaatkan untuk tanaman sayur dan toga. “Melalui program ini, masyarakat kita harapkan jeli membaca peluang yang ada,” tambahnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2