Garuda Datangkan Tiga Unit Pesawat Buatan Kansas

  • Bagikan

garuda2SEMENTARA itu, Loka Pendidikan dan Latihan Penerbangan Banyuwangi meresmikan tiga pesawat latih baru di bandara Blimbingsari, Rogojampi, Banyuwangi, kemarin (8/9). Pesawat buatan pabrikan Cessna Aircraft Company, Kansas, Amerika Serikat (AS) itu jenis Cessna 172s dengan kapasitas empat orang penumpang.

Peresmian tiga unit pesawat baru itu dilakukan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan RI, Santoso Edy Wibowo bersama Bupati Abdullah Azwar Anas di Bandara Blimbingsari. Mantan kepala BPSDM Kemenhub, Bobby R. Mamahit yang kini menjabat Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) juga ikut hadir.

Proses pendirian Loka Pendidikan dan Latihan Penerbangan Banyuwangi dirintis pada era kepemimpinan Bobby. Saat itu, Bobby menjabat sebagai kepala BPSDM sebelum akhirnya mendapat promosi sebagai Dirjen Hubla. Tiga pesawat latih itu didatangkan langsung dari AS seharga USD 300 ribu atau setara dengan Rp 3 miliar setiap unitnya. Walau harga belinya dipatok dalam angka USD 300 ribu, namun harga sampai di Indonesia sekitar USD 500 ribu atau sekitar Rp 5 miliar.

Sehingga untuk mendatangkan tiga pesawat latih itu, APBN 2013 harus menggelontor dana sekitar Rp 15 miliar. Tiga pesawat itu mendapat registrasi dari Kementerian Perhubungan PK-BYA, PK-BYB dan PK-BOB. “Pesawat itu dibuat pada tahun 2013 dengan teknologi Garmin G1000,” ungkap Chief Ground Instructor Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan, M. Hisyam. Pesawat latih jenis Cessna 172s itu memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat sejenisnya.

Pertama, sayap pesawat itu menggunakan high wing ceiling altitude dengan kemampuan terbang hingga 14.000 feet. Keunggulan kedua, pesawat latih itu lebih irit bahan bakar minyak (BBMO). Jika BBM terisi penuh, pesawat jenis Cessna 172s ini mampu terbang selama 4,5 jam. “BBM-nya menggunakan bahan bakar avgas. Keunggulan pesawat Cessna 172s ini sangat irit BBM, satu jam terbang hanya membutuhkan 30 liter BBM,” katanya.

Sedangkan kecepatan terbang pesawat ini mencapai 110 knot hingga 129 knot per jam. Tiga pesawat tiba di Banyuwangi pada Sabtu siang setelah melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur Malaysia. Kepala Pusat Pengembangan SDM Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, Yudhi Sari Sitompul menjelaskan, pengiriman tiga unit pesawat latih itu tidak langsung dari AS ke Indonesia.

Pesawat itu dikirim melalui transportasi laut dari pelabuhan Texas AS menuju Port Kelang, Malaysia. “Pesawat baru dirakit di Malaysia. Dari Malaysia langsung diterbangkan ke Banyuwangi melalui beberapa bandara,” jelas Yudhi Sari Sitompul. Sebelum sampai di Banyuwangi itu, pesawat setelah take off dari Malaysia landing di beberapa Bandara, landing pertama di Bandara Sultan Syarif Kasim Riau. Dari Riau, pesawat kemudian terbang ke Jakarta.

Dari Jakarta pesawat diterbangkan menuju Semarang. Setelah transit sejenak di Semarang, tiga pesawat itu langsung diterbangkan ke Banyuwangi oleh tiga kapten pilot senior Kemenhub RI. Dengan datangnya tiga unit pesawat latih itu, maka Loka Pendidikan dan Latihan Penerbangan Banyuwangi memiliki lima unit pesawat latih. Dua pesawat latih lainnya, menggunakan jenis Tobago yang didatangkan ke Banyuwangi pada tahun 2012 lalu. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: