Gedung Baru Seluas 8300 m2 Diresmikan

0
509

Selain itu, SMA Muha 2 Genteng terus membekali siswa dalam kompetisi re- gional maupun nasional. Di antaranya semifinal lomba Bahasa Jepang di Universitas Brawijaya Malang Sebanyak 16 siswa telah di kirim mengikuti ME Award (Olimpiade Sains Nasional) Muhammadiyah. “Berbagai hal di atas barangkali yang membuat berbagai pihak memberikan apresiasi pada SMA Muha 2 Genteng ini,” kata Nawachid.

Pada 10 Januari lalu, Dr. Samsudin dari Direktorat Pembinaan SMA Jakarta menyempatkan berkunjung ke gedung baru SMA Muha 2 Genteng. Disusul kemudian Jumat, 2 Februari, Miss Em- ily Jasmine Norin dari Konjen Amerika di Surabaya, juga menyempatkan diri meninjau SMA Muha 2 Genteng dan menawarkan kerjasama. Yang terakhir Rick Ferrera mendapatkan tugas khusus dari Aminef untuk meninjau gedung baru SMA Muha 2 Genteng, pada Rabu, 16 Mei 2012.

“Mulai 4 Agustus nanti akan menempatkan seorang tenaga pe- ngajar bahasa Inggris, Miss Nichole Linn Brown dari Pittsburg State Univ. KS, USA selama setahun ke depan,” tuturnya. Kabar terakhir, lanjut Nawachid, SMA Muha 2 Genteng, segera dipersiapkan menjadi PAS SMA Center untuk SMA di Kabupaten Banyuwangi. Sebab, SMA Muha 2 Genteng dinilai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi- nya yang dinahkodai Drs. Noenoeng Budi P. dan Agus Supriyanto, S.Kom. telah berkembang pesat.

Sebagai kepala sekolah, tentu Nawa- chid sangat bersyukur. Karena sebagai sekolah swasta di daerah, ternyata SMA Muha 2 Genteng tidak tertinggal dari sekolah-sekolah di kota besar yang siswanya sudah diseleksi sejak awal. Nawachid juga berterimakasih kepada semua guru dan karyawan yang telah bekerja secara totalitas di SMA Muha 2 Genteng, komite, alumni, wali murid, pemerintah. “Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah berpartisipasi membangun SMA Muha 2 Genteng baik i sik maupun non fisik,” tuturnya.

Di sisi lain, Nawachid menjelaskan, bahwa sekolah yang dia pimpin meng- gunakan pendekatan humanis. Pihak sekolah sangat respek kepada semua murid yang danem SMP-nya baik maupun yang ketika SMP-nya kurang beruntung. “Mereka kami ajak untuk memulai langkah sukses di SMA Muha 2 Genteng,” tandasnya. Dengan pendekatan humanis, maka tak seorangpun guru maupun karyawan di SMA Muha 2 Genteng, diperbolehkan mengatakan seseorang (murid) itu bodoh.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last