Geliat Budi Daya Buah Tin di Banyuwangi

0
1937

Dia lalu menemui temannya yang menjadi pedagang buah di Kelurahan Klatak. Kebetulan, pedagang tersebut juga memiliki jaringan penjualan bibit buah tin. Tak menunggu lama, setelah membeli beberapa jenis bibit buah tin, sulung dari tiga bersaudara itu langsung menyulap lahan milik neneknya yang ada di Lingkungan Solong menjadi ladang buah tin.

Beruntung, buah yang namanya masuk ke dalam kitab suci Alquran ini cukup mudah ditanam. Tak butuh waktu lama, buah dengan daun mirip pepaya ini tumbuh subur di ladang milik neneknya.

“Mudah ditanamnya, setelah mulai tumbuh saya mulai berani menjual. Cuma yang saya jual bibitnya saja, kalau buah masih belum berani,” kata Bayu.

Loading...

Saat ini ada sekitar 300 lebih jenis buah tin yang dibudidayakan. Bayu menggunakan teknik stek dan cangkok untuk membuat bibit-bibit buah tin baru. Minimal, setiap dua minggu sekali dirinya sudah bisa memproduksi bibit buah tin.

Bayu menjelaskan, jika jenis buah tin memang sangat banyak. Dan setiap pelanggan memiliki jenis favorit sendiri-sendiri. Yang paling murah seperti jenis Green Jordania dijual dengan harga mulai dari Rp 30 ribu. Kemudian yang paling laris adalah jenis Dalmati yang bibitnya dijual dengan harga Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, tergantung ukuran bibit.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Curtin University-Unair Telusuri Jejak Sejarah Inggrisan Banyuwangi dengan Broome Australia