Gunakan Aksen Kain Beludru

0
215

gunakanSEMENTARA itu, perancang busana Priscilla Saputro menggelar workshop bersama pelaku seni di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Banyuwangi kemarin (19/9). Dalam workshop singkat tersebut, Priscilla berbagi beberapa teknik kepada pelaku industri kecil menengah (IKM), model, dan desainer batik.Dia juga mengingatkan agar para pelaku seni tidak pernah puas dengan kemampuan yang dimiliki sekarang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

‘’Para pelaku seni harus bangga dengan batik. Batik adalah karya seni sandang yang sarat makna. Selembar kain batik dibuat melalui serangkaian proses yang panjang dan rumit,” tuturnya. Dalam ajang BBF, karya Priscilla akan ditampilkan. Rancangan busana yang akan ditampilkan ada empat jenis baju, yakni baju kerja, busana muslim, baju pesta, dan baju cocktail. “Ketika pertama kali berkunjung ke Banyuwangi, kami terpesona keramahan Pemkab Banyuwangi. 

Kemudian, idealisme itu saya tuangkan dalam bahan,” ujarnya. Selain batik Banyuwangi sebagai kain utama, Priscilla juga memilih kain beludru untuk aksen pelengkap. Alasannya, beludru sangat cocok untuk melambangkan keramah-tamahan masyarakat Banyuwangi. “Karena keramahtamahan masyarakat Banyuwangi ini saya mengibaratkan layaknya orang pada zaman dahulu yang kaya hatinya,” tuturnya.

Orang yang kaya hatinya dan berkecukupan pada zaman dahulu, diibaratkan sebagai orangyang tidak pernah susah, selalu merasa cukup. Pakaian yang dikenakan orang semacam itu terbuat dari beludru. “Dengan rancangan yang sederhana, corak yang dimiliki batik tetap menonjol sehingga tidak mengurangi ciri khas batik,” paparnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :