Gunung Ijen Semburkan Asap

0
201

LICIN – Gunung Ijen kembali menunjukkan kenaikan aktivitas vulkanik. Sejak Kamis lalu (28/3), gunung berapi yang sebagian kawasannya masuk wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, itu mengeluarkan asap yang cukup membahayakan. Asap tebal dengan warna putih itu keluar dari kawah di gunung dengan ketinggian hingga 100 meter itu. “Aktivitas naik dan ini sangat berbahaya, karena muncul asap sulfatara warna putih,” cetus Hendra Gunawan, kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Wilayah Barat pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hendra mengaku secara khusus datang ke Banyuwangi untuk memantau kondisi Gunung Ijen yang terus menunjukkan kenaikan aktivitas. Akhir-akhir ini terus terjadi gempa vulkanik yang rata-rata mencapai 15 kali dalam sehari. “Pernah sampai 50 kali dalam sehari,” katanya. Peningkatan aktivitas itu menyebabkan munculnya asap sulfatara. Asap berupa awan tebal warna putih itu secara visual dapat dilihat di sekitar kawah di puncak Gunung Ijen. “Asap sulfatara muncul dari kawah Gunung Ijen,” ujarnya.

Loading...

Peningkatan aktivitas di Gunung Ijen ini, kata Hendra, sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 20 Maret 2013 lalu. Hasil pantauannya, sebut dia, kondisinya terus mengalami peningkatan. “Ini kita pantau terus sambil kita evaluasi,” ungkapnya. Selama aktivitas di Gunung Ijen meningkat dan mengeluarkan asap, semua kegiatan di Gunung Ijen harus dihentikan. Semua penambang yang biasanya bekerja hingga sekitar kawah harus diliburkan karena sangat berbahaya.

“Warga tidak boleh mendekati Gunung Ijen,” pintanya. Demi mengantisipasi kemungkinan terburuk atas aktivitas Gunung Ijen yang terus meningkat, Hendra menyampaikan saat ini dia sedang memperbaiki semua CCTV yang rusak akibat disambar petir beberapa waktu lalu. “CCTV sedang kita perbaiki. Seismometer sudah berfungsi lagi,” cetusnya. (radar)

Loading...