Guru Dilarang Mencubit Murid

0
373

KEHADIRAN tim ahli Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) Prof. Dr. Ir Syaat Dipantara membuat suasana sarasehan tambah seru. Selain menyampaikan beberapa teori pendidikan, dia juga memberikan beberap resep pembangunan pendidikan Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu resep yang disampaikan, seorang guru dilarang dan tidak boleh berlaku kasar terhadap Guru Dilarang Mencubit Murid anak didik. Sebab, perilaku kasar seorang guru akan merangsang kebencian siswa terhadap gurunya. Apabila kebencian siswa terhadap guru itu terjadi, maka materi pelajaran yang disampaikan guru tidak akan sampai.

Loading...

Karena itu, seorang guru dilarang berlaku dan bertindak kasar terhadap muridnya. “Jangankan memukul, mencubit saja tidak boleh. Sekarang bukan zamannya main kekerasaan,’’ ucapnya. Selain itu, seorang guru harus mampu menumbuhkembangkan budaya kelilmuan di lingkungan sekolah. Salah satu budaya keilmuan, menciptakan siswa yang kritis, kreatif dan inovatif.

Untuk menciptakan budaya keilmuan, kata profesor kelahiran Banyuwangi itu guru harus terus menerus mengembangkan diri. Pendidikan krakter juga harus ditanamkan  terhadap anak didiknya sehingga mampu memproduksi SDM cerdas. Kepada guru yang sudah mengantongi sertifikasi, Syaat juga minta agar melakukan introspeksi diri. Apakah selama memegang sertifikasi itu, seorang guru sudah profesional dalam menjalankan tugasnya. “Sekolah juga memperbanyak kegiatan pertukaran pelajar agar terjadi transfer budaya,’’ tandasnya. (radar)