sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menegaskan bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Proyek transportasi publik strategis ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing Jakarta.
Baca Juga: Drama Adu Penalti! Maroko Singkirkan Nigeria dan Melaju ke Final Piala Afrika 2025
Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen.
Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Dian Takdir Badrsyah, di Jakarta.
Sejumlah struktur utama di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah berhasil tersambung.
Selain itu, pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total panjang lintasan 12,8 kilometer.
Baca Juga: Mimpi Buruk Debut Arbeloa! Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey oleh Tim Divisi Dua
Apa Saja Pekerjaan yang Sedang Berlangsung?
Saat ini, Jakpro masih mengerjakan aspek arsitektural, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) di beberapa stasiun utama, antara lain:
- Stasiun Pramuka BPKP
- Stasiun Pasar Pramuka
- Stasiun Matraman
- Stasiun Manggarai
Jakpro menargetkan progres pembangunan mencapai 92 persen pada triwulan I 2026 sebagai bagian dari tahapan menuju penyelesaian akhir.
Baca Juga: Gol Tunggal Sadio Mané Hentikan Langkah Mesir! Senegal Lolos ke Final Piala Afrika 2025
Mengapa Proyek Ini Dinilai Krusial?
Salah satu capaian penting dalam proyek ini adalah tersambungnya jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.
Bentang girder sepanjang 120 meter tersebut menjadi titik krusial karena dibangun di atas jalan tol aktif tanpa penutupan total.
Pekerjaan dilakukan menggunakan metode balanced cantilever, sehingga presisi struktur tetap terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.
Page 2
Keberhasilan ini menandai tersambungnya jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Baca Juga: Serap Lebih dari 2.200 Pekerja, Proyek Tol Prosiwangi Paket 3 Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Apa Dampak LRT Jakarta Fase 1B bagi Masyarakat?
Jakpro menegaskan bahwa LRT Jakarta Fase 1B merupakan proyek prioritas dengan dampak langsung terhadap kualitas transportasi publik.
Proyek ini dirancang untuk:
- Meningkatkan konektivitas antarkawasan di Jakarta
- Mendukung integrasi dengan moda transportasi publik lainnya
- Mengurangi kemacetan dan emisi karbon perkotaan
Pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028, dengan sistem transportasi berbasis listrik yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Debut Kandang Rosenior Berujung Pahit! Arsenal Tekuk Chelsea 3-2 di Leg Pertama Semifinal Carabao Cup
Komitmen Jakpro Menuju Operasional Optimal
Jakpro bersama Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) terus memperkuat komitmen untuk mengawal progres konstruksi dan kesiapan operasional proyek ini.
Seluruh tahapan pembangunan dipastikan berjalan sesuai perencanaan dari sisi teknis, keselamatan, dan kualitas.
LRT Jakarta Fase 1B diharapkan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung visi Jakarta sebagai kota modern dan berkelanjutan.
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menegaskan bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Proyek transportasi publik strategis ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing Jakarta.
Baca Juga: Drama Adu Penalti! Maroko Singkirkan Nigeria dan Melaju ke Final Piala Afrika 2025
Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen.
Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Dian Takdir Badrsyah, di Jakarta.
Sejumlah struktur utama di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah berhasil tersambung.
Selain itu, pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total panjang lintasan 12,8 kilometer.
Baca Juga: Mimpi Buruk Debut Arbeloa! Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey oleh Tim Divisi Dua
Apa Saja Pekerjaan yang Sedang Berlangsung?
Saat ini, Jakpro masih mengerjakan aspek arsitektural, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) di beberapa stasiun utama, antara lain:
- Stasiun Pramuka BPKP
- Stasiun Pasar Pramuka
- Stasiun Matraman
- Stasiun Manggarai
Jakpro menargetkan progres pembangunan mencapai 92 persen pada triwulan I 2026 sebagai bagian dari tahapan menuju penyelesaian akhir.
Baca Juga: Gol Tunggal Sadio Mané Hentikan Langkah Mesir! Senegal Lolos ke Final Piala Afrika 2025
Mengapa Proyek Ini Dinilai Krusial?
Salah satu capaian penting dalam proyek ini adalah tersambungnya jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.
Bentang girder sepanjang 120 meter tersebut menjadi titik krusial karena dibangun di atas jalan tol aktif tanpa penutupan total.
Pekerjaan dilakukan menggunakan metode balanced cantilever, sehingga presisi struktur tetap terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.








