Ingin Panggil Hiswana Migas

0
446

BANYUWANGI – Keputusan sepihak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Besuki yang menaikkan margin agen elpiji ukuran tiga kilogram (kg) direaksi keras DPRD Banyuwangi. Sebab, kebijakan itu mengakibatkan harga elpiji subsidi tersebut naik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Ismoko, merekomendasikan eksekutif melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) Banyuwangi segera memanggil Hiswana Migas. Pemanggilan itu guna mempertanggungjawabkan keputusan menaikkan margin agen yang membuat harga elpiji naik. Ismoko juga menuding Hiswana Migas telah melampaui kewenangan pemerintah dalam menetapkan harga elpiji ukuran tiga kg. “Itu merupakan arogansi Hiswana Migas, karena dasar menaikkan harga tersebut hanya berdasar kesepakatan para agen. Padahal, yang bisa menetapkan harga  kan pemerintah,” katanya.

Ismoko menjelaskan, sebenarnya harga eceran tertinggi (HET) elpiji ukuran tiga kg hanya sebesar Rp 12.750 per tabung. Tetapi, kenyataan di lapangan, harga elpiji 3 Kg mencapai Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per tabung. “Ini yang masih simpang siur. HET itu berlaku pada harga di tingkat konsumen ataukah pangkalan. Kan idealnya berlaku di tingkat konsumen. Kami akan meminta ketegasan Kementerian Perdagangan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, kenaikan harga elpiji 3 kg tersebut tercantum dalam surat Hiswana Migas Nomor: 018/DPC-Bes/HIS/V/2012. Pada surat tersebut disebutkan bahwa berdasar hasil rapat agen elpiji 3 kg, harga jual agen ke pangkalan kecil sebesar Rp 12.500 per tabung dan ke pangkalan besar Rp 12.350 per tabung. Kesepakatan itu berlaku mulai 7 Mei 2012 lalu. Padahal, sesuai keputusan Menteri ESDM dan Gubernur Jatim, keuntungan agen elpiji per tabung 3 kg sebesar Rp 300, dan keuntungan pangkalan sebesar Rp 900. Harga elpiji dari SPBE sebesar Rp 11.550, dan agen menjual ke pangkalan sebesar Rp 11.850. (RADAR)