Ingin Panggil Hiswana Migas

0
306

BANYUWANGI – Keputusan sepihak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Besuki yang menaikkan margin agen elpiji ukuran tiga kilogram (kg) direaksi keras DPRD Banyuwangi. Sebab, kebijakan itu mengakibatkan harga elpiji subsidi tersebut naik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Ismoko, merekomendasikan eksekutif melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) Banyuwangi segera memanggil Hiswana Migas. Pemanggilan itu guna mempertanggungjawabkan keputusan menaikkan margin agen yang membuat harga elpiji naik. Ismoko juga menuding Hiswana Migas telah melampaui kewenangan pemerintah dalam menetapkan harga elpiji ukuran tiga kg. “Itu merupakan arogansi Hiswana Migas, karena dasar menaikkan harga tersebut hanya berdasar kesepakatan para agen. Padahal, yang bisa menetapkan harga  kan pemerintah,” katanya.

Ismoko menjelaskan, sebenarnya harga eceran tertinggi (HET) elpiji ukuran tiga kg hanya sebesar Rp 12.750 per tabung. Tetapi, kenyataan di lapangan, harga elpiji 3 Kg mencapai Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per tabung. “Ini yang masih simpang siur. HET itu berlaku pada harga di tingkat konsumen ataukah pangkalan. Kan idealnya berlaku di tingkat konsumen. Kami akan meminta ketegasan Kementerian Perdagangan,” tuturnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Kemah Santri Awali Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi