Ini Santoso Pedagang Motor, Bukan Santoso yang Ditembak !!

0
713

Purwiyanto-menunjukkan-foto-kerabatnya-Santoso-(baju-putih)-saat-berkunjung-di-rumahnya-kemarin

PESANGGARAN – Kabar pelaku terorisme Santoso yang pernah tinggal di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, membuat Purwiyanto, 47, warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sempat repot.

Apalagi, dalam sosialisasi Quick Wins yang digelar Ditpol Air Polda Jatim hal itu disebut-sebut juga. Purwiyanto yang juga anggota LPMD Sumberagung mengakui ada salah satu kerabatnya bernama Santoso dan pernah terlibat kasus terorisme.   Tetapi, keponakannya itu bukan Santoso yang tewas di tangan Satgas Tinombala di Poso.

“Kami juga punya saudara bernama Santoso dan terlibat kasus terorisme,” katanya.  Selama ini, terang dia, sering ada orang datang ke rumahnya dan menanyakan Santoso. Keponakannya itu terakhir datang ke rumahnya  pada November 2015. Saat  itu dia baru bebas dari Lapas Cipinang terkait kasus terorisme.

“Saat datang itu telah bebas tanpa syarat. Saya juga diperlihatkan surat-suratnya,” jelasnya seraya menyebut keponakannya itu menjalani hukuman  empat tahun.  Menurut Purwiyanto, sebelum  di tangkap anggota Densus 88, Santoso  bekerja jual dan beli motor. Akibat pekerjaannya itu, Santoso yang tinggal di Poso itu juga sering keluar-masuk polres setempat.

“Kami itu tahunya Santoso kerja jual dan beli motor,”  terangnya. Dua bulan sebelum Santoso alias Abu Wardah  tewas ada yang datang dan mengaku petugas keamanan. Saat itu dirinya diminta datang ke rumah salah satu anggota Koramil.

“Saya jelaskan semua tentang Santoso yang masih keponakan itu,” katanya. Santoso yang masih keponakannya itu adalah anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Rajiyo-Poniti. Sekitar tahun 1982 mereka mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi. “Kami ini tidak tahu apa-apa soal terorisme, tapi banyak yang datang,” cetusnya. (radar)

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas