sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi dengan nilai investasi yang mencapai Rp 25,23 triliun.
Ruas tol strategis ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2031, dengan peluang percepatan hingga 2029 apabila seluruh tahapan berjalan optimal.
Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng, dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan tol yang digelar di Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (3/2/2026).
“Pengoperasian ruas ini direncanakan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029, sepanjang dukungan teknis, pendanaan, serta koordinasi lintas sektor dapat dilakukan sejak tahap awal,” ujar Rachman.
Proyek Tol Bernilai Rp 25,23 Triliun
Dalam rapat tersebut dipaparkan bahwa total kebutuhan investasi pembangunan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi mencapai Rp 25,23 triliun.
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui skema penugasan pemerintah, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru.
Nilai investasi yang besar ini mencerminkan tingkat kompleksitas pembangunan, mengingat ruas tol akan melintasi wilayah dengan kondisi geografis perbukitan, lembah, dan kawasan rawan bencana.
“Perencanaan dilakukan sangat hati-hati. Survei topografi dan geoteknik menjadi kunci untuk memastikan desain konstruksi yang aman dan berkelanjutan,” kata Rachman.
Melintasi Daerah Strategis Sumatera Barat
Jalan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi merupakan ruas lanjutan yang sangat vital di Sumatera Barat.
Ruas ini dirancang untuk menghubungkan wilayah pesisir barat dan kawasan dataran tinggi yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik.
Secara umum, ruas tol ini akan melewati dan menghubungkan beberapa daerah strategis, antara lain:
-
Kabupaten Padang Pariaman (Sicincin dan Kayu Tanam)
-
Kabupaten Tanah Datar
-
Kawasan Agam–Bukittinggi sebagai pusat ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat
Page 2
Konektivitas ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh Padang–Bukittinggi secara signifikan, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur nasional yang selama ini rawan macet, banjir, dan longsor.
Dukungan Penuh Pemprov Sumatera Barat
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh percepatan pembangunan tol dengan nilai investasi besar tersebut.
Menurut Mahyeldi, Tol Sicincin–Bukittinggi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tulang punggung konektivitas wilayah yang akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menyambut baik pembangunan tol ini. Dengan investasi lebih dari Rp 25 triliun, dampaknya akan sangat besar bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan pengembangan kawasan ekonomi baru di Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini jalur Padang–Bukittinggi menjadi urat nadi transportasi yang sangat vital, namun kerap terganggu akibat faktor alam.
“Tol ini akan menjadi solusi jangka panjang, terutama untuk mengurangi risiko gangguan akibat longsor dan banjir yang sering terjadi di jalur nasional,” jelas Mahyeldi.
Siap Dukung dari Sisi Daerah
Mahyeldi juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk koordinasi lintas kabupaten/kota dan dukungan administratif yang dibutuhkan.
“Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah agar proyek ini berjalan lancar dan tepat waktu,” tegasnya.
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Rapat percepatan pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha pelaksana.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, perwakilan Kementerian Kehutanan RI, Direktur Utama PT Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia.
Pemerintah berharap, dengan dukungan pendanaan yang kuat, perencanaan teknis yang matang, serta kolaborasi lintas sektor, Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sekaligus meningkatkan daya saing kawasan di tingkat nasional. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi dengan nilai investasi yang mencapai Rp 25,23 triliun.
Ruas tol strategis ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2031, dengan peluang percepatan hingga 2029 apabila seluruh tahapan berjalan optimal.
Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng, dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan tol yang digelar di Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (3/2/2026).
“Pengoperasian ruas ini direncanakan pada 2031. Namun terdapat peluang percepatan menjadi 2029, sepanjang dukungan teknis, pendanaan, serta koordinasi lintas sektor dapat dilakukan sejak tahap awal,” ujar Rachman.
Proyek Tol Bernilai Rp 25,23 Triliun
Dalam rapat tersebut dipaparkan bahwa total kebutuhan investasi pembangunan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi mencapai Rp 25,23 triliun.
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui skema penugasan pemerintah, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Padang–Pekanbaru.
Nilai investasi yang besar ini mencerminkan tingkat kompleksitas pembangunan, mengingat ruas tol akan melintasi wilayah dengan kondisi geografis perbukitan, lembah, dan kawasan rawan bencana.
“Perencanaan dilakukan sangat hati-hati. Survei topografi dan geoteknik menjadi kunci untuk memastikan desain konstruksi yang aman dan berkelanjutan,” kata Rachman.
Melintasi Daerah Strategis Sumatera Barat
Jalan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi merupakan ruas lanjutan yang sangat vital di Sumatera Barat.
Ruas ini dirancang untuk menghubungkan wilayah pesisir barat dan kawasan dataran tinggi yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, pariwisata, dan logistik.
Secara umum, ruas tol ini akan melewati dan menghubungkan beberapa daerah strategis, antara lain:
-
Kabupaten Padang Pariaman (Sicincin dan Kayu Tanam)
-
Kabupaten Tanah Datar
-
Kawasan Agam–Bukittinggi sebagai pusat ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat








