ITdBI Paling Disukai Warga

0
676

80 Persen Minta B-Fest Digelar Lagi

BANYUWANGI – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rabu (13/5) merilis hasil survei yang dilakukan bulan April terkait kepuasan publik terhadap kebijakan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Hasilnya, sekitar 96,6 persen responden menyatakan citra Banyuwangi sangat positif.

Peneliti LSI Ade Mulyana mengungkapkan, survei yang dilakukan LSI pada 21 hingga 25 April 2015 itu terhadap 440 responden. Selain citra Banyuwangi, masyarakat menyatakan usaha di Banyuwangi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2013 sekitar 54,9 persen, 2014 naik menjadi 56 persen, dan pada 2015 melonjak menjadi 64,1 persen. “Jumlah ketersediaan lapangan kerja, hasil survei, menunjukkan tren peningkatan. Tahun 2013 hanya 40,3 persen, 2014 meningkat jadi 45 persen, dan 2015 naik tipis menjadi 46,5 persen,” ungkap Ade saat melakukan paparan di Aula Rempeg Jogopati.

Terkait ketersediaan bahan pokok, masyarakat yang menyatakan cukup mencapai 88,5 persen. Secara khusus LSI juga memotret pandangan warga tentang kepuasan penanganan masalah oleh Pemkab Banyuwangi, hasilnya terus meningkat dari tahun sebelumnya.

Seperti penanganan terhadap korupsi, pada 2015 meningkat sebesar 45 persen dari 36 persen tahun 2014. Kepuasan terhadap pengurangan angka pengangguran dari 34 persen di 2014 menjadi 42 persen di 2015. Penanganan korupsi dari 36 persen menjadi 45 persen.

“Keberhasilan menarik investor juga meningkat dari 33 persen pada 2014 menjadi 34 persen di 2015,” ujar Ade. Terhadap kondisi infrastruktur di Banyuwangi, kepuasan warga mengalami penurunan. Pada 2014 sebesar 64,3 persen dan pada 2015 turun 55,2 persen.

“Ini tidak lepas dari persepsi masyarakat yang terlalu tinggi karena membandingkan kondisi jalan di pedesaan dengan perkotaan,” kata Ade. Kepuasan masyarakat terhadap kondisi jalan provinsi cukup tinggi, yakni 82,6 persen dan jalan kabupaten juga di atas 80 persen.

“Begitu juga masyarakat yang menyatakan kondisi jembatan bagus sebesar 77,3 persen. Sedangkan untuk lampu penerangan jalan (LPJU) warga menyatakan puas di atas 70 persen,” papar Ade. Kepuasan terhadap pelayanan administrasi pada 2015 turun drastis dibandingkan dengan tahun 2014.

Baca :
Amankan Operasi Ketupat, Kerahkan 889 Personel

Salah satu yang memberikan andil terhadap penurunan ini adalah kepuasan terhadap pelayanan pengurusan KTP yang menurun setelah pengurusan di kecamatan dipindah ke kabupaten. Kepuasan pelayanan KTP pada 2014 sebesar 78,8 persen dan pada 2015 terjun menjadi 68,9 persen.

Untuk program khusus Lahir Procot Pulang Bawa Akta responden menyatakan suka dan bermanfaat di atas 80 persen. Terkait perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan lingkungan masyarakat, responden yang menyatakan perhatian sebanyak 76 persen.

Tingkat kesukaan masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau juga cukup tinggi yakni di atas 80 persen. Sedangkan untuk survei pelaksanaan Banyuwangi Festival (B-Fest) masyarakat yang menyukai sebanyak 74 persen dan yang menganggap B-Fest perlu dilaksanakan di atas 80 persen. “Dari seluruh even B-Fest yang paling disukai adalah Internasional Tour de Banyuwangi Ijen,” ujar Ade.(radar)