Jelang Liburan, Ketapang Padat

0
374
MENUMPUK: Antrean kendaraan roda empat di Pelabuhan ASDP IF Ketapang, Kecamatan Kalipuro.
MENUMPUK: Antrean kendaraan roda empat di Pelabuhan ASDPIF Ketapang, Kecamatan Kalipuro.
MENUMPUK: Antrean kendaraan roda empat di Pelabuhan ASDP IF Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

KALIPURO – Mendekati masa liburan sekolah, Natal, dan tahun baru, antrean kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Kecamatan Kalipuro,  kemarin. Truk dan bus sempat menumpuk di pelataran Pelabuhan Ketapang dan LCM. Di Pelabuhan Ketapang bagian selatan menumpuk puluhan truk yang mengangkut berbagai kebutuhan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Di bagian tengah, belasan bus wisata juga menumpuk. Yang lebih parah, antrean di sekitar Pelabuhan LCM sampai mengular ke jalan raya. Angkutan yang akan menyeberang ke Pulau Dewata tersebut sebagian besar tiba di Pelabuhan Ketapang pada dini hari. Tetapi, sampai pukul 07.30, mereka belum bisa menyeberang. “Kami datang mulai pukul 03.00, hingga kini belum bisa menyeberang,” ujar salah satu kru bus Barito asal Semarang, Jawa Tengah Awak bus yang menolak menyebutkan identitasnya itu mengatakan, bus yang dia bawa mengangkut para siswa SMA Semarang.

Mereka akan menggelar wisata beberapa hari di Bali. “Saya sudah tiga kali Semarang-Bali dan antre seperti ini terus,” jelasnya. Antre hingga beberapa jam juga disampaikan Wayan, asal Denpasar, Bali. Kernet truk yang sedang mengangkut batu bata itu tiba di Pelabuhan Ketapang pukul 04.00. tetapi, hingga pukul 07.30, kendaraannya belum bisa menyeberang. “Kita belum tahu jam berapa bisa menyeberang,” kata Wayan saat ditemui di Pelabuhan Ketapang kemarin pagi. Pimpinan Cabang (Pincab) Pelabuhan PT ASDP IF Ketapang Waspada Heruwanto mengatakan, hingga saat ini jumlah bus dan mobil pribadi yang menyeberang sebenarnya masih normal. “

Penyeberangan angkutan wisata dan mobil pribadi masih normal,” katanya. Peningkatan yang cukup signifikan terlihat pada truk yang membawa sembako dan kebutuhan lain. Sejak be berapa hari lalu jumlah truk yang menyeberang ada kenaikan hingga 10 persen. “jumlah truk yang meningkat ini membuat bus wisata harus antre,” sebutnya. Waspada menyebut, di masa liburan sekolah, Natal, dan tahun baru, bus wisata dan mobil pribadi yang menyeberang ke Bali diprediksi akan mengalami kenaikan. “Prediksi kita, kenaikan jumlah bus wisata dan mobil pribadi mencapai enam persen,” sebutnya. (radar)