Jembatan Melengkung tak Kunjung Diperbaiki

0
426
DITUTUP: Jembatan Bagorejo-Blambangan masih belum dioperasikan hingga kemarin.

SRONO – Jembatan Bagorejo-Blambangan yang disoal warga lantaran melengkung masih belum ada kejelasan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hingga kemarin, jembatan yang menghubungkan Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, itu belum bisa dilalui kendaraan.

Proyek yang menelan biaya senilai Rp 565 juta itu belum rampung 100 persen.

Sebagai tanda belum selesai, dua bambu dipasang melintang di jembatan tersebut. jembatan tersebut juga belum diaspal.

Ketidakjelasan mengenai kelanjutan pembangunan jembatan yang didanai ABPD 2012 itu membuat warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut protes.

Sebab, hingga kini tidak ada tanda-tanda jembatan baru tersebut bakal dibongkar. “Nggak tahu bagaimana ini, yang pasti warga sini minta dibongkar lagi,” ujar Sudarsono, warga setempat. Diungkapkannya, pasca pemberitaan di media massa terkait jembatan melengkung tersebut, pejabat dari Dinas PU Bina Marga dan pelaksana proyek sudah meninjau lapangan.

Hanya saja, tidak disebutkan secara pasti mengenai kelanjutan proyek tersebut. “Katanya sih akan ditindaklanjuti. Tapi, kalau tidak dibongkar ya sama saja,” imbuh warga Dusun Sukosari, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, itu. Terkait buruknya kualitas pembangunan jembatan itu, warga sudah menggalang tanda tangan.

Mayoritas warga keberatan dengan hasil proyek jembatan itu. ’’Ini tanda tangan warga yang tinggal di Desa Bagorejo dan Blambangan,’’ kata Sudarsono. Warga tetap menghendaki agar jembatan tersebut dibongkar lagi.

Jika tidak dibongkar, bisa berakibat fatal bagi kendaraan yang melintas. “Banyak truk lewat sini, karena mayoritas warga Bagorejo pedagang semangka. Kalau ti dak kuat, ya bisa ambrol. Kan tambah parah,” jelasnya. (radar)