JLS Terkendala Pembebasan Lahan

0
158

jlrGLENMORE – Harapan warga Banyuwangi agar Jalur Lintas Selatan (JLS) segera tuntas pembangunannya tampaknya masih jauh dari harapan. Sebab, hingga kini masalah pembebasan lahan, khususnya yang melintasi KPH Perhutani Banyuwangi Selatan dan lahan milik warga, masih belum beres. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Irwan Setiawan, mengatakan hingga saat ini pemerintah pusat dan Jawa Timur terus bersinergi menyelesaikan pembangunan JLS tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Untuk pembangunan jembatan, setiap tahun Pemprov Jatim menganggarkan Rp 40 miliar. “Tapi masih terkonsentrasi di wilayah Pacitan, Trenggalek, dan Lumajang,” katanya. Di Banyuwangi dan Jember, terang dia, hingga saat ini pembangunan jembatan masih minim. Dalam pengerjaan proyek itu, pembangunan jembatan dilakukan Pemprov Jatim. Pengaspalannya dilakukan pemerintah pusat. “Ini proyek provinsi dan pusat,” ungkapnya.  

Sementara itu, selain anggaran untuk Banyuwangi minim, kendala lain adalah pembebasan lahan di sepanjang jalur tersebut belum tuntas. Jalur yang melintasi wilayah Perhutani Banyuwangi Selatan, dari total panjang 11,25 kilometer baru terealisasi 2,19 kilometer. Lahan penduduk 75,94 kilometer baru terealisasi 8,87 kilometer. Khusus jalur yang melintasi areal perkebunan milik PTPN XII, dari total panjang 22,81 kilometer, sudah terealisasi 22,81 kilometer.

“Jadi yang sudah tuntas hanya lahan milik perkebunan, sedangkan lahan Perhutani dan lahan warga belum semua terealisasi,” cetusnya. Kapan pembebasan lahan itu dituntaskan? Irwan menyebut, sesuai rencana, pembebasan lahan akan selesai dua tahun lagi. “Khusus lahan Perhutani, direncanakan selesai dua tahun lagi,” tandasnya. (radar)

Loading...