Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jumlah Pernikahan di Banyuwangi 2025 Turun Jadi 12.979, Terendah dalam Tiga Tahun Terakhir

jumlah-pernikahan-di-banyuwangi-2025-turun-jadi-12.979,-terendah-dalam-tiga-tahun-terakhir
Jumlah Pernikahan di Banyuwangi 2025 Turun Jadi 12.979, Terendah dalam Tiga Tahun Terakhir

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jumlah peristiwa pernikahan di Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.

Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi mencatat, selama 2025 terdapat 12.979 peristiwa pernikahan.

Angka tersebut menjadi yang terendah dalam kurun tiga tahun terakhir.

Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengatakan, jumlah pernikahan pada 2025 lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada 2024, jumlah pernikahan di Banyuwangi tercatat sebanyak 13.191 pasangan, sementara pada 2023 mencapai 13.798 pasangan.

“Angka pernikahan di 2025 tercatat 12.979. Sementara pada 2024 sebanyak 13.191 dan pada 2023 mencapai 13.798,” ujar Chaironi.

Chaironi menjelaskan, penurunan tren pernikahan tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan sebelum membangun rumah tangga.

Menurutnya, calon pasangan pengantin kini lebih mempertimbangkan aspek kesiapan fisik, mental, hingga ekonomi sebelum memutuskan menikah.

“Penurunan ini karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya kematangan fisik dan mental untuk menikah. Akibatnya, pernikahan dilaksanakan dengan menunggu waktu yang dianggap paling tepat,” katanya.

Ia menilai, perubahan pola pikir tersebut merupakan perkembangan positif.

Dengan kesiapan yang lebih matang, diharapkan pasangan yang menikah mampu membangun keluarga yang lebih harmonis dan berkelanjutan, serta menekan angka konflik maupun perceraian.

Berdasarkan data Kemenag Banyuwangi, dari total 12.979 pernikahan yang tercatat sepanjang 2025, sebanyak 3.074 pernikahan dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Sementara itu, pernikahan yang digelar di luar KUA, baik di rumah maupun lokasi lainnya, mencapai 9.811 peristiwa.

Selain itu, pernikahan yang dilaksanakan melalui mekanisme isbat nikah tercatat sebanyak 94 pasangan.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jumlah peristiwa pernikahan di Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.

Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi mencatat, selama 2025 terdapat 12.979 peristiwa pernikahan.

Angka tersebut menjadi yang terendah dalam kurun tiga tahun terakhir.

Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengatakan, jumlah pernikahan pada 2025 lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada 2024, jumlah pernikahan di Banyuwangi tercatat sebanyak 13.191 pasangan, sementara pada 2023 mencapai 13.798 pasangan.

“Angka pernikahan di 2025 tercatat 12.979. Sementara pada 2024 sebanyak 13.191 dan pada 2023 mencapai 13.798,” ujar Chaironi.

Chaironi menjelaskan, penurunan tren pernikahan tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapan sebelum membangun rumah tangga.

Menurutnya, calon pasangan pengantin kini lebih mempertimbangkan aspek kesiapan fisik, mental, hingga ekonomi sebelum memutuskan menikah.

“Penurunan ini karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya kematangan fisik dan mental untuk menikah. Akibatnya, pernikahan dilaksanakan dengan menunggu waktu yang dianggap paling tepat,” katanya.

Ia menilai, perubahan pola pikir tersebut merupakan perkembangan positif.

Dengan kesiapan yang lebih matang, diharapkan pasangan yang menikah mampu membangun keluarga yang lebih harmonis dan berkelanjutan, serta menekan angka konflik maupun perceraian.

Berdasarkan data Kemenag Banyuwangi, dari total 12.979 pernikahan yang tercatat sepanjang 2025, sebanyak 3.074 pernikahan dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Sementara itu, pernikahan yang digelar di luar KUA, baik di rumah maupun lokasi lainnya, mencapai 9.811 peristiwa.

Selain itu, pernikahan yang dilaksanakan melalui mekanisme isbat nikah tercatat sebanyak 94 pasangan.