Kades Diwarning Segera Cairkan ADD

0
339

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin (29/ 5) melantik tiga kepala desa (kades) baru di Pendopo Shaba Swagata Blambangan. Tiga kades baru tersebut adalah Saidik, Panti Utomo, dan Eko Wahyudi. Saidik merupakan kades Karangrejo, Kecamatan Rogojampi; Panti Utomo kades Kemiri, Kecamatan Singojuruh; dan Eko kades Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Ketiganya merupakan kades terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) tahun 2012.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pelantikan tiga kades itu dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Plt Sekkab Slamet Kariyono, Asisten Ekonomi dan Kesra Suhartoyo. Hadir juga tiga Muspika Kecamatan Wongsorejo, Rogojampi, dan Singojuruh. Dalam pelantikan itu, Bupati Anas menyampaikan beberapa pesan penting. Pertama, kades baru diminta kerja keras memerangi kemiskinan di desanya. Langkah awal yang harus dila- kukan kades baru adalah melakukan pendataan secara akurat jumlah warga miskin. “Lakukan pendataan secara akurat terhadap penanganan kemiskinan,” pinta Bupati Anas.

Perintah kedua, Bupati Anas minta agar kades memperhatikan secara sungguh-sungguh sektor pendidikan. Warga miskin di desanya masing-masing harus mendapat pelayanan pendidikan yang memadai. “Jangan ada lagi warga miskin tidak bisa bersekolah karena tidak memiliki biaya,” pintanya. Kades anyar itu juga diminta segera melakukan koordinasi dengan kepala sekolah di desanya. Saat ini, di setiap sekolah sudah ada Program Siswa Asuh Sebaya (SAS).

“Program SAS salah satunya adalah membiayai siswa dari keluarga miskin,” ungkapnya. Perintah ketiga, kades diminta memperhatikan sektor kesehatan. Kesehatan warga miskin harus menjadi prioritas utama kebijakan kepala desa. Bupati Anas me-warning para kades baru tersebut agar memperhatikan kesehatan keluarga miskin dan menjadikannya sebagai program prioritas. “Jangan sampai kades melakukan pengobatan warga miskin setelah disorot media,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Anas melarang semua kades di Banyuwangi mengonsumsi jeruk impor dalam acara-acara pemerintahan. Sebaliknya, orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu memerintahkan penggunaan jeruk lokal dalam setiap acara resmi pemerintahan. “Jeruk lokal manis tidak kalah dengan jeruk impor. Jeruk kita malah lebih segar,” cetusnya. Perintah terakhir yang disampaikan Bupati Anas, kades diminta segera mencairkan dana ADD.

Sampai saat ini, jumlah desa yang mencairkan dana ADD sangat kecil, yaitu hanya sekitar 16 desa. Padahal, ungkap Bupati Anas, saat ini sudah memasuki bulan lima tahun 2012. “Kalau tidak segera dicairkan, pembangunan desa akan macet. Segera cairkan secepatnya sesuai prosedur,” tegasnya. (radar)