Kalahkan Yoyok, Ruli Pimpin Golkar

0
383

ketua-dpd-golkar-jatim-nyono-suharli-kiri-menyerahkan-pataka-golkar-kepada-ruliyono-kanan-di-kantor-dpd-golkar-banyuwangi-tadi-malam


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ismoko Mundur di Detik-detik Injury Time

BANYUWANGI – Suksesi ke pemimpinan di jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Banyuwangi berlangsung ke marin (19/9). Hasilnya, anggota  DPRD Banyuwangi, Ruliyono, terpilih sebagai ketua Golkar untuk periode lima tahun ke depan.

Pemilihan nakhoda baru DPD Golkar Banyuwangi kali ini diwarnai kejutan. Betapa tidak, salah satu kader yang selama ini santer dikabarkan bakal meramaikan bursa calon ketua DPD, yakni Ismoko, ternyata “mundur”  di detik-detik akhir.

Kepastian Ismoko tidak mendaftar baru terungkap saat pimpinan sidang, yakni Melia Usman, menutup waktu pendaftaran pada forum musda yang dilangsungkan di aula kantor DPD Golkar, Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi, tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, agenda Musda IX  Partai Golkar kali ini mundur  empat jam lebih daripada jadwal.

Sidang dengan pertanggungjawaban Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar, Semara Duran, yang sedianya digeber pukul 10.45 ternyata baru dibuka sekitar men jelang pukul 15.00. Tanda-tanda pemilihan ketua DPD Golkar Banyuwangi bakal berlangsung dinamis tergambar sejak penentuan pemilik mandat suara beberapa pimpinan kecamatan (PK) yang dijabat pelaksana   tugas (Plt), yakni PK Wongsorejo  dan Srono.

Setelah melakukan lobi-lobi beberapa jam, belum ada titik temu. Sehingga, ketentuan apakah hak suara dua PK tersebut bisa digunakan ataukah  tidak harus ditentukan pada sidang pemilihan ketua DPD Golkar tersebut. Sementara itu, tiga kader maju  sebagai kandidat calon ketua DPD   Golkar Banyuwangi.

Mereka adalah  wakil ketua DPD Golkar Banyuwangi periode 2010-2015, Ruliyono; anggota Satkar Ulama Partai Golkar Jatim, Yoyok Hadi Santoso; dan Nurul Bahtiar Afandi. Setelah tiga bakal calon mendaftar, pimpinan sidang, Melia, bertanya kepada para hadirin apakah ada yang ingin mendaftar  ataukah tidak?

Loading...

Bahkan, untuk  memastikan tidak ada kader lain  yang berminat mendaftar, dia melakukan hitungan mundur  dari sepuluh sampai nol. Di situlah dipastikan Ismoko tidak mendaftar sebagai bakal calon ketua DPD Golkar Banyuwangi.  Langkah selanjutnya dilakukan verifikasi terhadap tiga kader yang mendaftar sebagai bakal calon ketua DPD Golkar Banyuwangi.

Diantara tiga kandidat, pendaftaran Bahtiar dinyatakan gugur lantaran tidak melampirkan berkas dukungan. Artinya, Ruliyono dan Yoyok harus “bertarung” secara head to head.  Sementara itu, lantaran kedua  pihak tidak mencapai kata mufakat  menentukan siapa yang d idaulat  memimpin jajaran pengurus Partai   Golkar Banyuwangi lima tahun  ke depan, maka proses penentuan harus ditempuh melalui voting.

Proses pengambilan suara terbanyak dilakukan secara terbuka setelah break salat Magrib. Usai rehat salat Magrib, forum  kembali menghangat. Kali ini, ketegangan terjadi lantaran belum ada kejelasan pihak yang diberi  mandat suara dari PK Wongsorejo  dan PK Srono.

Namun, setelah di jelaskan oleh tim verifikasi, PK Srono menegaskan sepakat suaranya dihanguskan. PK Wongsorejo, yakni Plt. PK Marifatul Kamila, dan mantan PK yang  di anggap tidak aktif, yakni Syamsul Arifin, diberi waktu melakukan kompromi.

Hasilnya mandat suara diberikan kepada Marifatul  Kamila. Di saat bersamaan, proses pengambilan suara mulai dilakukan terhadap 28 unsur pemilik suara.  Rincianya, unsur PK sebanyak 23 suara (karena suara PK Srono di sepakati hangus), serta masing- masing satu suara dari unsur organisasi yang mendirikan  Golkar, organisasi yang didirikan,  unsur DPD Golkar Jatim, unsur  DPD Golkar Banyuwangi, dan   unsur dewan pertimbangan.

Alhasil, Ruliyono keluar sebagai pemenang pemilihan ketua DPD  Golkar kali ini. Dia berhasil mengandaskan perlawanaan Yoyok dengan selisih lima suara. Rinciannya, Ruliyono mendulang 16 suara, sedangkan Yoyok mendapat 11 dukungan. Satu pemilik   suara lain abstain.

Sementara itu, dikonfirmasi usai ditetapkan sebagai ketua DPD Golkar terpilih, Ruliyono mengaku bakal merangkul semua elemen di jajaran partai tersebut. Termasuk  para kandidat ketua Golkar yang   bersaing dengan diri nya pada musda kali ini.

“Tidak ada dalam kamus saya menyingkirkan kader Golkar. Kalau menggeser, iya. Disesuaikan dengan kemampuan dan loyalitas kepada partai ini,” ujarnya. (radar)

Loading...