Kapolda Jamin Pilbup Aman

0
724

Banyuwangi Jadi Tolok Ukur Pengamanan

BANYUWANGI – Pemilihan bupati (pilbup) serentak yang digeber pada 9 Desember mendatang mendapat perhatian serius Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji. Dalam kunjungan kerjanya di Banyuwangi kemarin (18/9), mantan Kapolda Sulawesi Selatan dan Bara (Sulselbar) itu menjamin pelaksanaan pemiIihan bupati dan wakilnya berjalan aman dan lancar.

Demi mendukumg kegiatan itu, Polda Jawa Timur sudah mempersiapkan pola dan personel pengamanan. Pemetaan sejumlah daerah lawan pun sudah dilakukan untuk mecngantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

‘Pemetaan daerah rawan sudah dilakukan dan yakin pilkada ini bisa berjalan dengan kondusif,” tegas Anton usai ramah-tamah dengan anggota Polres di Rupatama Mapolres Banyuwangi kemarin. Menurutnya, masalah yang berkaitan dengan pilkada pernah dia hadapi saat dia masih menjabat sebagai Kapolres Banyuwangi.

Semua pasti menginginkan Banyuwangi tidak mengulang masa kelam yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya. Masyarakat Banyuwangi tentu tidak ingin hal buruk itu terjadi lagi. Oleh karena itu, Anton meminta masyarakat turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan kotanya sendiri.

“Bila terjadi sesuatu yang tidak tentu diinginkan, tentu yang akan malu adalah masyarakat Banyuwangi sendiri,” ujarnya. Sebagai salah satu wilayah, Banyuwangi akan menjadi tolok ukur dan barometer pengamanan pilbup serentak.

ltu dibuktikan dengan kasus santet 1997. Begitu isu itu bergolak, maka seluruh Jawa turut bergolak dengan isu tersebut. Untuk menjaga kelangsungan kondusivitas wilayah Jawa Timur jelang pilbup, Anton akan turun sendiri ke daerah yang dianggap rawan.

Disinggung soal kedatangannya ke Banyuwangi karena Banyuwangi sebagai salah satu daerah rawan, jenderal polisi berkumis tebal itu mengelak. Dia hanya menjawab singkat bahwa kunjungannya kali ini hanya sebatas nostalgia.

“Tidaklah, saya di sini cuma nostalgia aja kok,” cetusnya. Bentuk kerawanan pilbup mendapat atensi petinggi kepolisian. Untuk mengantisipasi kerawanan yang muncul, kepolisian sudah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Langkah itu tentu disesuaikan tingkat kerawanan di lapangan. Diantara pola pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS). Dalam kondisi kondusif, pengamanan bisa dilakukan satu polisi dengan sepuluh linmas atau dua polisi dengan sepuluh linmas di lima TPS.

Namun, dalam level kerawanan lain, hal itu bisa ditingkatkan menjadi satu polisi dan empat linmas dalam dua TPS dan seterusnya. (radar)