sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perairan Selat Bali kembali dikejutkan oleh temuan jenazah selama tiga hari berturut-turut.
Tiga mayat yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan di sejumlah titik berbeda di Selat Bali, seiring berlangsungnya proses pengangkatan bangkai kapal nahas tersebut.
Mayat pertama ditemukan pada Minggu (1/2) sekitar pukul 06.30 WIB. Jasad tersebut ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal (wreck lifting) KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk dilakukan proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan dompet di saku celana korban. Di dalamnya terdapat identitas berupa SIM dan STNK.
Berdasarkan data tersebut, jenazah diduga merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama I Wayan Teja Setiawan.
Kuat dugaan, korban semasa hidup memang merupakan bagian dari kru kapal yang ikut tenggelam bersama KMP Tunu Pratama Jaya.
Hingga kini, proses pencocokan data dan identifikasi lanjutan masih terus dilakukan oleh pihak rumah sakit dan kepolisian.
Beberapa jam setelah penemuan jenazah pertama, mayat kedua kembali ditemukan pada hari yang sama, Minggu (1/2), sekitar pukul 13.45 WIB di kawasan perairan Gilimanuk, Bali.
Berbeda dengan temuan pertama, jenazah kedua tidak membawa identitas apa pun.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban kedua.
Petugas terus mencocokkan data orang hilang dan daftar penumpang maupun kru KMP Tunu Pratama Jaya guna memastikan apakah korban juga merupakan bagian dari tragedi tersebut.
Belum terungkapnya identitas mayat kedua, warga kembali dikejutkan dengan temuan jenazah ketiga.
Sesosok mayat diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan di perairan Selat Bali, Rabu (4/2).
Page 2
Jenazah ditemukan di pesisir pantai wilayah Sumur Kembar, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Gilimanuk, Bali.
Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, menjelaskan bahwa jenazah tersebut ditemukan tergeletak di bibir pantai dalam kondisi tidak utuh.
Temuan pertama kali dilaporkan oleh seorang warga setempat bernama Rahmawati sekitar pukul 07.30 WIB.
“Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga, kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk,” kata Wahyudi.
Setelah dilakukan pengecekan di lokasi dan dipastikan benar adanya temuan jenazah, tim gabungan dari Bali segera melakukan proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Negara untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari RSUD Negara karena jenazah ditangani di sana,” imbuh Wahyudi.
Wahyudi tidak menampik kemungkinan bahwa proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dapat menyebabkan jenazah-jenazah lain ikut terangkat ke permukaan atau terbawa arus hingga ke pesisir.
“Pengangkatan kapal memungkinkan jenazah lain ikut terangkat. Karena itu kami memperluas area patroli agar jika ada kemunculan jenazah bisa segera diketahui,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi temuan lanjutan, Satpolairud meningkatkan intensitas patroli di perairan Selat Bali.
Petugas disiagakan di sejumlah titik strategis dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam setiap langkah penanganan.
“Kami meningkatkan mobilitas dan stand by di beberapa titik. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, melakukan pengamatan langsung, dan seluruh kebutuhan evakuasi jenazah sudah kami siapkan,” tuturnya.
Sementara itu, proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan masih akan berlangsung sekitar dua pekan ke depan.
Awalnya, proses wreck lifting ditargetkan rampung dalam 20 hari sejak Senin (26/1).
Namun, derasnya arus bawah laut di Selat Bali membuat progres pengangkatan berjalan lebih lambat dari rencana.
Aparat gabungan mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jalur laut Selat Bali, untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban lain. (ram/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perairan Selat Bali kembali dikejutkan oleh temuan jenazah selama tiga hari berturut-turut.
Tiga mayat yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan di sejumlah titik berbeda di Selat Bali, seiring berlangsungnya proses pengangkatan bangkai kapal nahas tersebut.
Mayat pertama ditemukan pada Minggu (1/2) sekitar pukul 06.30 WIB. Jasad tersebut ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal (wreck lifting) KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk dilakukan proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan dompet di saku celana korban. Di dalamnya terdapat identitas berupa SIM dan STNK.
Berdasarkan data tersebut, jenazah diduga merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama I Wayan Teja Setiawan.
Kuat dugaan, korban semasa hidup memang merupakan bagian dari kru kapal yang ikut tenggelam bersama KMP Tunu Pratama Jaya.
Hingga kini, proses pencocokan data dan identifikasi lanjutan masih terus dilakukan oleh pihak rumah sakit dan kepolisian.
Beberapa jam setelah penemuan jenazah pertama, mayat kedua kembali ditemukan pada hari yang sama, Minggu (1/2), sekitar pukul 13.45 WIB di kawasan perairan Gilimanuk, Bali.
Berbeda dengan temuan pertama, jenazah kedua tidak membawa identitas apa pun.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban kedua.
Petugas terus mencocokkan data orang hilang dan daftar penumpang maupun kru KMP Tunu Pratama Jaya guna memastikan apakah korban juga merupakan bagian dari tragedi tersebut.
Belum terungkapnya identitas mayat kedua, warga kembali dikejutkan dengan temuan jenazah ketiga.
Sesosok mayat diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan di perairan Selat Bali, Rabu (4/2).







