Kapolres Pantau Jalur Evakuasi Raung

0
212

kapolresssSONGGON – Gunung Raung yang terus mengeluarkan suara gemuruh ternyata mendapat perhatian serius Kapolres Banyuwangi, AKBP Tribisono Soemiharso. Dengan mengajak para perwira polres, kapolres meninjau kondisi gunung berapi yang kini berstatus waspada tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam kunjungan itu, kapolres mendatangi Pos Pengamtan Gunung Api (PPGA) di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum Kecamatan Songgon dan melihat langsung hasil pengamatan Gunung Raung melalui seismograf. “Situasi masih waspada dan fluktuatif,” cetus Kepala PPGA Raung, Balok Suryadi, pada kapolres dan jajarannya.

Usai melihat hasil pengamatan Gunung Raung kapolres melanjutkan perjalanan dengan melihat permukiman penduduk yang berdampak langsung jika gunung berapi itu meletus, seperti Afdeling mangaran, Bejong, Ndani, dan Lider, Desa sumberarum, Kecamatan Songgon.“Jalannya lumayan rusak parah, penuh bebatuan terjal dan berliku,” cetus kapolres. Kapolres menyayangkan jalur evakuasi yang telah rusak parah belum diperbaiki. Apalagi , jarak Afdeling Ndani ke Lider dan Rejong itu cukup jauh, yakni sekitar empat kilometer.

Itu sangat menyulitkan proses evakuasi jika Gunung Raung meletus. “Kita meninjau pos titik kumpul dan jalur evakuasi. Jalur evakuasi rusak parah dan perlu perbaikan agar proses evakuasi bisa berlangsung cepat tampa ada hambatan,” katanya Kapolres berharap selama Gunung Raung berstatus waspada, masyarakat harus menaati apa yang direkomendasikan PPGA dan tidak panik yang berlebihan, seperti menjual hewan ternaknya.

Kita ingin meyakinkan dan memberi rasa aman kepada masyarakat atas meningkatnya status gunung api ini,” cetusnya. Seperti berita sebelumnya pada 5 januari 2014 status Gunung Raung dengan tinggi sekitar 3.332 meter itu penah dinaikkan dari normal (level I) ke waspada (level II). Kemudian pada 17 juni 2014 di turunkan normal. Pada 13 November 2014 kemabali dinaikan menjadi waspada karena peningkatan aktivitas. Hingga kini pengamat gunung terus memantau perkembangan gunung tersebut. (radar)

Loading...