Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kebakaran Hutan Taman Nasional Baluran Situbondo Lebih 160 Hektare

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

Detik.com



Situbondo

Kebakaran hutan di Taman Nasional (TN) Baluran Situbondo makin meluas. Data terbaru menyebut sekitar 160 hektare lebih dilalap si jago merah.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sejak Senin (25/9/2023) di beberapa titik taman nasional yang berada di jalur pantura Situbondo – Banyuwangi.

“Embusan angin memang kuat sekali. Sehingga api cepat menjalar,” terang Humas TN Baluran, Joko Mulyono, saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (29/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memaparkan, hari pertama dan hari kedua luas kebakaran hutan dilaporkan mencapai sekitar 89 hektare. Dan kemarin ada sekitar 72 hektare yang sudah terbakar.

“Ini masih ada kemungkinan luasan yang terbakar bertambah. Karena saat ini api belum padam sepenuhnya,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pemadaman terus dilakukan petugas TTN Baluran dibantu relawan berasal dari Masyarakat Peduli Api (MPA), serta mitra taman nasional. Totalnya sekitar 50 personel.

“Pemadaman dan pemantauan terus kami lakukan hingga saat ini. Kendati, saat ini asap sudah tak tampak di Gunung Baluran. Mudah-mudahan sudah padam,” ujarnya.

Saat ini pemadaman dilakukan dengan cara manual. Yakni menggunakan metode gepyok, membuat ilaran, serta menggunakan peralatan jet shooter. Sebab, lokasinya berada di medan yang sulit.

Sebelumnya, kebakaran hutan terjadi di kawasan TN Baluran, Situbondo. Kawasan ini akhirnya ditutup selama beberapa saat, yakni 25 – 30 September 2023.

Penutupan sementara TN Baluran terpaksa dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sebab salah satu titik kebakaran, yakni Gunung Baluran posisinya relatif dekat dengan jalur wisata, yakni kawasan Batangan.

Simak Video “Taman Nasional Baluran, Sunrise Of Java Tempat Melindungi Satwa Liar, Situbondo
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)

source