Kegiatan Gotong Royong Spontan Ditinggalkan

0
467

Warga yang biasanya menggunakan air bersih, kisi sudah tidak bisa pakai lagi,” kata Abror Kohar, seorang warga Desa Bedewang, sambil mengelus dada Kata Abror, galian pasir tersebut menimbulkan beragam persoalan.

Selain merusak lingkungan, hilir-mudik kendaraan pengangkut pasir juga mengakibatkan jalan rusak. ‘’Lihat saja, jalan sudah rusak mau di rusak lagi. Hal inilah yang membuat warga emosi,” ujar tokoh masyarakat itu.

Persoalan lain, sebut Abror, sawah yang berimpitan dengan lokasi penambangan tersebut juga menjadi tercemar. Sebab, alat berat yang digunakan menggali pa sir itu menyebabkan sawah-sawah di sekelilingnya ambrol. “Kalau tidak ada penyebabnya, warga tidak akan seperti ini,” terangnya.

Warga Desa Bedewang, Samsul Hadi menambahkan, bahwa galian pasir tersebut telah merusak lahan milik orang tuanya. Kini, sawah yang ditanami cabai tersebut sudah ambrol. ‘’Lahan galian mepet sawah milik bapak saya, jadinya ya nggerontol (ambrol, Red),” ungkapnya.

Menurut Samsul, awalnya orang tuanya tidak pernah menyetujui adanya galian pasir tersebut. Namun, bapaknya selalu di datangi pemilik sawah yang dijadikan galian pasir tersebut. “Bapak saya sakit, ya akhirnya tanda tangan di atas surat perjanjian,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Bhabinkamtibmas Banyuwangi Minta Warga yang Gelar Hajatan Ditunda