Kesuburan Tanah Banyuwangi Kritis

0
593
Ilustrasi

Dewan Dorong Penggunaan Pupuk Organik


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – DPRD Banyuwangi tengah menggodok rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pupuk organik. Raperda tersebut diharapkan menjadi solusi atas kritisnya kesuburan tanah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Ketua Pansus Raperda Pupuk Organik DPRD Banyuwangi Handoko mengatakan, saat ini kesuburan tanah di Banyuwangi tergolong sudah berada pada titik kritis. Berdasar penyampaian eksekutif, Dinas Pertanian Banyuwangi telah bekerja sama dengan Tim Universitas Jember (Unej) untuk meneliti tingkat kesuburan tanah di Bumi Blambangan.

Loading...

“Ternyata, tingkat kesuburan tanah di Banyuwangi hanya nol koma sampai satu persen. Padahal, tanah yang dianggap subur memiliki skala dua persen. Berarti kecenderungannya, tanah kita mengalami kritis,” ujar Handoko.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pemakaian pupuk yang menggunakan bahan kimia menjadi salah satu faktor utama penurunan kesuburan tanah tersebut. “Karena itu, ke depan pupuk organik harus menjadi andalan untuk pengolahan tanah di Banyuwangi. Pemanfaatan pupuk organik penting untuk mengembalikan kesuburan tanah,” katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Banyuwangi Tambah Lagi Jumlah Pasar Pelayanan Publik