Ketika Digantung masih Hidup

0
470

Dimas juga mantan karyawan di rumah korban di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. “Dimas mengajak
merampok, dan saya sanggupi,” jelas Bayu. Dalam pembunuhan itu, Bayu membeberkan bahwa dirinya yang kali pertama masuk. Selanjutnya, dua temannya, Dimas dan Yazid. Lantaran Yeni masih ngamuk dan menghina keluarganya, oleh Bayu dipukul pakai tangan lalu ambruk Sambil menutup mulut korban, Bayu membawa korban ke kamarnya. “Di kamar sempat saya pukul menggunakan cobek hingga dia lemas,” jelasnya.

Saat Yeni dibawa ke kamar, dia sempat teriak dan didengar Sher ly, putrinya. Nah, saat putri korban menuju kamar ibunya, dia dihadang Yazid dan langsung dipukul hingga ambruk. Sambil disumbat mulutnya, Sherly dibawa ke gudang belakang oleh Yazid dan dibantu Dimas. “Karena terus teriak dan melawan, tangan, mulut, dan lehernya saya ikat hingga tidak bergerak,” tutur Muhamad Indra Yazid saat bersaksi.

Setelah mengikat Sherly hingga tidak berdaya, Yazid mengaku langsung pulang. Sebab, oleh Dimas diminta mengembalikan motor yang di pinjam kepada saksi Rahmat. “Se telah itu, saya tidak tahu kejadiannya, karena saya pulang naik motor,” katanya. Korban yang sudah tidak berdaya itu digantung oleh Bayu dan Yazid menggunakan tali di rumah korban. Tragisnya, saat digantung itu, kedua korban ternyata masih hidup. “Perut tacik dan anaknya masih gerak-gerak,” ungkap Bayu. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2