Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Ketua Panwascam Kalibaru Dinonaktifkan

ketuaDidemo Warga terkait Penurunan Baliho Cagub

KALIBARU – Unjuk rasa warga Kalibaru menuntut Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalibaru, Supriyanto, turun dari jabatannya terus berlanjut. Kemarin pagi ratusan warga dari lintas partai politik kembali melakukan unjuk rasa di kantor Kecamatan Kalibaru. Mereka mendesak Supriyanto turun dari jabatannya. Kali ini upaya pengunjukrasa yang dipimpin Ustad Iskandar Dzulkarnaen itu membuahkan hasil.

Saat itu juga perwakilan Panwaslu Banyuwangi, Totok Hariyanto, langsung menyanggupi tuntutan warga untuk menonaktifkan Supriyanto. Aksi unjuk rasa warga dari lintas partai tersebut berlangsung pukul 09.30. Mereka datang naik kendaraan roda dua dan empat. Begitu tiba di kantor Kecamatan Kalibaru, mereka langsung ditemui jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kalibaru; Ketua Panwascam Kalibaru Supriyanto, dan dua anggotanya, serta perwakilan Panwaslu Kabupaten Banyuwangi, Totok Hariyanto.

Tanpa menunggu lama, koordinator lapangan (korlap) demo, Iskandar Dzulkarnaen langsung menyampaikan aspirasi. Intinya, warga minta Supriyanto mundur dari jabatannya. Supriyanto dinilai menabrak norma dan aturan karena menurunkan atribut parpol dan calon gubernur serta calon wakil gubernur tanpa memberi tahu pemiliknya terlebih dahulu. “Kalau masih namanya manusia pasti pakai aturan, pasti pakai norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Ini nggak pakai aturan dan nggak pakai norma, terus apa namanya,” ujar Dzulkarnaen menggunakan pengeras suara. Samanhadi, perwakilan pengunjuk rasa lain menambahkan,mestinya Panwaslu Banyuwangi tidak sembarangan merekrut anggota Panwascam, sehingga tidak mengecewakan masyarakat. Dia berharap, Supriyanto segera turun dari jabatannya dan diganti orang yang paham hukum dan norma di masyarakat.

“Kalau asal rekrut, ya seperti ini hasilnya, ngawur,” sesalnya. Beberapa perwakilan pengunjuk rasa juga menyampaikan unek-uneknya satu per satu sambil menghujat dan mendesak Supriyanto mundur dari jabatannya. “Bendera kami diturunkan tanpa pemberitahuan. Bendera adalah simbol partai kami. Kalau diturunkan, itu sama saja penghinaan,” timpal Ivan, perwakilan pengunjuk rasa dari Partai Demokrat.

Setelah semua menyampaikan unek-uneknya, Totok berusaha menjawab satu-per satu tuntutan warga. Namun, dia mengawalinya dengan permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan Panwascam. Totok berjanji, semua masukan dan tuntutan warga Kalibaru tersebut akan dibahas dengan ketua dan anggota Panwaslu yang lain di kabupaten Dia juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam me rekrut anggota Panwascam.

Namun, jawaban tersebut rupanya justru me ng undang kemarahan warga. Mereka tetap men desak agar saat itu juga Supriyanto mundur dari jabatannya. “Jangan bikin situasi Kalibaru tam bah panas, Pak. Jangan bikin Kalibaru nggak kon dusif,” teriak warga. Karena terus didesak, Totok akhirnya mem berikan jawaban sesuai harapan pengunjuk rasa. “Mes kipun saya bukan ketua Panwaslu, tapi saya sudah rembukan dengan teman-teman Panwaslu bahwa Saudara Supriyanto kita nonaktifkan,” be ber Totok.

Mendengar jawaban tersebut, pengunjuk rasa bersorak dan tak lama kemudian mereka membubarkan diri. Sementara itu, ditemui usai acara, Su priyanto mengaku tidak bisa berkomentar ba nyak atas tuntutan warga tersebut. “Kita ikuti saja proses selanjutnya,” ujarnya. Yang jelas, terkait penurunan atribut partai dan atribut cagub-cawagub, Supriyanto tetap bersikeras bahwa apa yang dia lakukan sudah sesuai un dang-undang dan prosedur yang berlaku. “Tapi ya sudahlah, kita ikuti proses selanjutnya di panwas kabupaten,” kata Supriyanto dengan nada lemas. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE