Kompak Halau Spekulan Lahan

0
403

Dalam kesempatan itu, Rusdi Kirana menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Bumi Blambangan. Apalagi, Lion Air sudah meneken kontrak kerja sama dengan investor asal Eropa dan India untuk investasi baru berupa pembangunan pabrik bus dan truk. Rusdi Kirana menyampaikan kepada Bupati Anas, bahwa pabrik truk itu akan dibangun di Banyuwangi. Sedangkan untuk pembangunan pabrik bus akan dibangun di Purwokerto.

Namun ada beberapa catatan agar pembangunan pabrik truk itu bisa terwujud di Ba- nyuwangi. Beberapa catatan yang disampaikan Rusdi Kirana adalah soal penyediaan tanah atau lahan yang cepat, mudah, dan bisa diperoleh. “Kalau tanah yang dibutuhkan bisa diperoleh dengan cepat dan mudah, maka pabrik truk itu akan dibangun Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas. Menurut Anas, bila Lion Air kesulitan mendapat lahan di Banyuwangi, lokasi pabrik truk itu akan dipindahkan ke daerah lain.

Rencana pembangunan pabrik truk itu investasinya bernilai sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 700 miliar. Bupati Anas mengharap dukungan masyarakat ikut terlibat langsung menghalau datangnya para spekulan tanah. Jika spekulan tanah ikut bermain, maka investor yang akan datang itu tentu akan lari. Investasi akan gagal dibawa ke Wongsorejo, kalau spekulan tanah ikut bermain dalam proses pembebasan lahan.

Sebab kalau spekulan tanah ikut campur tangan, maka cost investasi akan lebih mahal. Anas menambahkan, harga lahan hak guna usaha (HGU) di Karawang sekitar Rp 5.000 hingga Rp 9.000 per meter persegi. Jika harga lahan di Banyuwangi melebihi harga di Karawang, investor ke akan lari Karawang karena lokasinya lebih dekat dengan Jakarta.(radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2