Kopi Lokal BWI Kurang Diminati Pasar Internasional

0
1040

KALIPURO – Tren meminum kopi yang dalam beberapa tahun terakhir cukup populer di Banyuwangi belum sebanding dengan meningkatnya popularitas kopi lokal. Meski sudah dilabeli berbagai macam nama, nama-nama kopi lokal masih kalah digemari dibanding  kopi jenis robusta dan arabika.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP), Ikrori Hudanto, mengatakan target pengembangan usaha kopi di  Banyuwangi adalah membuat produksi petani sesuai selera internasional. Oleh karena itu, pihaknya  melakukan penyuluhan kepada petani lokal mulai menggunakan pupuk dan pengolahan  biji kopi supaya menghasilkan  kopi yang laku di pasar internasional.

Selain itu, beberapa pabrik besar  juga diminta mengajari petani agar menyiapkan kopi dengan kualitas yang baik dan layak jual. Terkait jenis kopi yang dikembangkan, tetap mengikuti selera  pasar internasional, yaitu jenis  robusta dan arabika.

“Kita ajarkan  para petani kopi melakukan pengolahan  basah dan menanam kopi yang disukai masyarakat internasional, termasuk tata cara menanam,” terangnya.  Terkait kopi lokal, Ikrori men jelaskan dirinya tetap menjaga supaya  tidak punah.

Loading...

Namun, kopi lokal  kurang diminati pasar, sehingga dinas PKP tidak bisa menyarankan produksi yang lebih besar. “Ciri khas tetap kita jaga, tapi tujuanpetani adalah kesejahteraan jadikita pertahankan selera konsumen,”terangnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2