Kredit Perdagangan Tembus Rp 2,33 Triliun

0
672

BANYUWANGI – Delapan bulan belakangan sektor perdagangan menerima kucuran kredit yang paling besar. Data Bank Indonesia (BI) Jember, Agustus lalu kredit sektor dagang mencapai Rp 2,33 triliun. Realisasi kredit sektor perdagangan meningkat 1,2 persen dari sebelumnya Rp 2,30 triliun.┬áSementara itu, sektor industri menempati urutan kedua dengan penyaluran kredit Rp 490 miliar.

Sektor pertanian berada di posisi ketiga dengan total kredit Rp 435 miliar per Agustus. Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Jember, Gede Agus Dwijaya, dalam rilis yang dikirim ke Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan produk perdagangan yang menjadi andalan Banyuwangi saat ini, di antaranya gula kelapa, jamu tradisional, hasil pertanian, dan per kebunan.

Perkembangan industri di Banyuwangi juga mendukung pertumbuhan kredit di sektor tersebut. Industri yang cukup mendominasi di Banyuwangi masih industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan. Industri makanan dan minuman serta kerajinan juga mulai tumbuh. Pertumbuhan kredit sektor industri month to month sebesar 3,6 persen.

Sementara itu, sektor pertanian hanya tumbuh 2,6 persen. Sementara itu, kredit sektor listrik tumbuh paling tinggi dibanding yang lain, yakni mencapai 20 persen. Kucuran kredit untuk sek tor listrik selama Agustus mencapai Rp 1,1 miliar. Bulan sebelumnya hanya Rp 932 juta. Seiring dengan lesunya usaha pertambangan, kredit sektor tersebut mengalami penurunan hingga 0,8 persen. (radar)