Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kudus Dikepung Banjir dan Longsor, SAR Cari Balita yang Hanyut

kudus-dikepung-banjir-dan-longsor,-sar-cari-balita-yang-hanyut
Kudus Dikepung Banjir dan Longsor, SAR Cari Balita yang Hanyut

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Banjir meluas di sejumlah wilayah, disertai tanah longsor di kawasan perbukitan.

Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas, tetapi juga sektor pendidikan serta keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Kemenhub Setujui Perpanjangan Commuter Line Supas hingga Probolinggo, Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026

Delapan Desa di Mejobo Terendam, Jalan Kudus–Pati Ditutup

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Mejobo. Camat Mejobo, Amin Rahmat, menyampaikan bahwa pada Senin (12/1/2026), ketinggian air mencapai lebih dari 60 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa.

Kondisi ini menyebabkan banyak kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami mogok.

Akibat genangan tinggi tersebut, Jalan Kudus–Pati terpaksa ditutup sementara dan pengendara diarahkan untuk memutar balik.

Desa yang terdampak banjir meliputi Tenggeles, Jojo, Mejobo, Temulus, Payaman, dan Kirig.

Sementara Desa Hadiwarno serta Golantepus terdampak akibat jebolnya talut.

Pihak kecamatan masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam, khususnya di Desa Mejobo, Temulus, dan Golantepus, sembari berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk antisipasi evakuasi warga.

Baca Juga: Harga Emas Batangan Galeri 24 Hari Ini 12 Januari 2026 Stagnan, Antam dan UBS Tak Bergerak

Jalur Pantura Kudus–Pati Macet

Selain penutupan jalan di Mejobo, banjir juga menyebabkan kemacetan panjang di Jalur Pantura Kudus–Pati.

Kepadatan terparah terjadi di wilayah Ngembalrejo, Kecamatan Bae, akibat genangan air sejak Minggu (11/1/2026) siang.

Aparat kepolisian diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu penyeberangan, serta mengimbau pengendara agar ekstra waspada, terutama pengguna sepeda motor.


Page 2


Page 3

Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Barnsley: Jurang Kelas Terbentang di Piala FA, The Reds Bidik Kemenangan Telak di Anfield

47 Sekolah Terdampak Banjir

Bencana banjir turut berdampak pada dunia pendidikan.

Sebanyak 47 sekolah di tujuh kecamatan dilaporkan terendam, mulai dari halaman hingga ruang kelas.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan meminta sekolah mengamankan aset serta perlengkapan pembelajaran.

Sekolah terdampak tersebar di Kecamatan Jekulo, Kaliwungu, Jati, Dawe, Mejobo, Bae, dan Kecamatan Kota.

Hingga saat ini, pembelajaran daring baru dilaporkan diterapkan di SD 2 Hadipolo sebagai langkah sementara.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 12 Januari 2026 Stagnan, Cek Daftar Lengkap Rajaemas dan Lakuemas

Warga Hanyut, Satu Meninggal dan Satu Masih Dicari

Banjir yang melanda Kudus juga menelan korban jiwa.

Empat warga dilaporkan hanyut di lokasi berbeda.

Dua anak berhasil diselamatkan, satu remaja berinisial AW (27) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Bacin, Kecamatan Bae, sementara seorang balita perempuan berinisial IN (5) masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri terus melakukan operasi pencarian dengan peralatan SAR air, meski terkendala cuaca dan derasnya arus sungai.

Baca Juga: Banjir Rendam Enam RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta, Transjakarta Pangkas Sejumlah Rute

Tanah Longsor di Gebog, Tiga Rumah Terdampak

Selain banjir, tanah longsor terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan tiga rumah warga terdampak.

Material longsoran dari tebing setinggi sekitar 10 meter sempat menimpa bagian rumah warga.