Lautan Tumpeng di Kemiren

0
1028

Warga-menyantap-nasi-tumpeng-usai-menggelar-tradisi-selamatan-tumpeng-sewu-di-Desa-Kemiren,-Kecamatan-Glagah-tadi-malam


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GLAGAH – Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, punya gawe besar kemarin (5/9). Sejak pagi hingga malam, warga desa adat Oseng  tersebut menggelar sejumlah tradisi dalam rangkaian selamatan adat desa setempat. Puncak  rangkaian acara tersebut digeber tadi malam,  yakni selamatan seribu nasi tumpeng alias Tumpeng Sewu.

Sejak pagi, warga beramai-ramai menjemur kasur khas Desa Kemiren. Tradisi ini dikenal dengan istilah Mepe Kasur. Sekitar pukul 14.00, kasur tersebut kembali dimasukkan ke rumah. Acara lantas dilanjutkan dengan nyekar ke makam Buyut  Cili, leluhur masyarakat setempat.

Setelah nyekar, masyarakat Desa Kemiren lantas menggelar arak-arakan barong tuwek keliling desa. Sesaat sebelum selamatan Tumpeng Sewu digelar, yakni setelah Salat Magrib, tetua adat setempat melakukan ubles-ubles obor blarak.  Obor yang terbuat dari daun kelapa kering itu digunakan untuk menyalakan ribuan obor yang dipasang  di sepanjang Jalan Desa Kemiren.  Uniknya, nyala api pertama obor  blarak tersebut diambil dari api   biru (blue fire) Gunung Kawah  Ijen.

“Obor di maksudkan agar pikiran dan hati warga Kemiren terang. Istilah sini (Kemiren) terang pikire padhang atine,” ujar ketua adat Desa Kemiren, Suhaimi. Setelah semua obor menyala, warga beramai-ramai menyantap nasi tumpeng dengan lauk pecel pithik.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last