Pagi Mepe Kasur, Malam Tumpeng Sewu

0
1473
Seorang ibu rumah tangga menggebuk kasur pakai penebah.

GLAGAH – Mepe kasur merupakan tradisi rutin yang dilakukan masyarakat Oseng di Desa Kemiren. Seharian kemarin (24/8), warga kompak menjemur kasur di depan rumah. Kasur tersebut dijemur mulai pagi dan dimasukan ke rumah pada sore hari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mepe kasur merupakan rangkaian ritual bersih desa yang dilanjutkan dengan Tumpeng Sewu. Masyarakat Oseng meyakini dengan mengeluarkan kasur dari dalam rumah dapat membersihkan diri dari segala penyakit.

Kasur khas warga Kemiren tersebut berwarna merah dan hitam. Kasur dijemur berjajar di sepanjang jalan desa setempat. Sesekali terlihat warga membersihkan debu di kasur dengan cara memukul-mukul permukaan kasur menggunakan penebah dari rotan.

“Proses menjemur kasur berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore hari,” ujar sesepuh adat Desa Kemiren, Purwadi. Jumlah kasur yang dijemur mencapai 120 kasur.  Tinggi kasur ini pun beragam, ada yang 5 cm, 7 cm, dan 8cm.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last