Lombakan Anak TOKCer dan Kadarzi

0
639
PERIKSA TIMBANGAN Seorang petugas Puskesmas Wonosobo menimbang peserta lomba anak TOKCer.
PERIKSA TIMBANGAN Seorang petugas Puskesmas Wonosobo menimbang peserta lomba anak TOKCer.

Upaya Sosialisasi di Puskesmas Wonosobo


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SRONO – Sekitar 150 anak berlomba di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, kemarin pagi (23/4). Mereka mengikuti lomba anak TOKCer (tumbuh optimal berkualitas dan cerdas).

Dalam lomba tersebut, tim juri tak hanya menilai kemampuan si anak, tapi juga melakukan wawancara dengan ibunya. Kepala Puskesmas Wonosobo, Mujito SKM, mengatakan bahwa para peserta lomba anak TOKCer itu berasal dari tiga desa di Kecamatan Srono, yaitu Desa Wonosobo, Rejoagung, dan Bagorejo.

Para peserta dibagi dua kelompok berdasar kategori umur, yakni umur 1-3 tahun dan 3-5 tahun. “Tujuan lomba ini adalah sosialisasi anak TOKCer dan menanamkan perilaku keluarga sadar gizi (Kadarzi) kepada ibunya,” terang Mujito di sela-sela lomba kemarin siang.

Dijelaskannya, Kadarzi memiliki ciri-ciri perilaku, seperti menimbang berat badan secara teratur. Ibu memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif sejak anak lahir sampai 6 bulan. Selain itu, makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, dan minum suplemen gizi sesuai anjuran.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2