Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Burung Hantu Lemas Terjerat Tali Layangan di Alas Purwo, Diselamatkan Petugas

burung-hantu-lemas-terjerat-tali-layangan-di-alas-purwo,-diselamatkan-petugas
Burung Hantu Lemas Terjerat Tali Layangan di Alas Purwo, Diselamatkan Petugas

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Petugas Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) Banyuwangi, Jawa Timur, menyelamatkan burung hantu jenis kukuk selaputu yang terjerat tali layangan pada Senin (19/1/2026).

Humas TNAP Banyuwangi, Achmad Maulana mengatakan bahwa burung hantu yang terjerat tali layangan itu pertama kali ditemukan oleh petugas yang melihat burung tersebut menggantung terkena benang layangan di sekitar Kantor SPTN I.

“Lokasi penemuan berada di desa pinggir hutan, dan terdapat benang bekas layangan yang masih tersisa di pohon yang biasa dilalui burung untuk keluar masuk hutan dan desa untuk mencari makan,” kata Alan, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Penembak Burung Hantu di Belu NTT Terancam 1,5 Tahun Penjara

Petugas sempat mengira burung yang tergantung adalah elang. Namun setelah diteliti, burung yang menggantung adalah seekor kukuk selaputu.

Di Taman Nasional Alas Purwo, burung ini termasuk satwa yang dilindungi keberadaannya karena memiliki peranan penting untuk lingkungan.

“Peran penting burung hantu di hutan salah satunya pengendali alami hewan pengerat di hutan, burung hantu mencegah hama berpindah ke kebun dan desa,” terang Alan.

Baca juga: Warga Tembak Burung Hantu Gudang di Belu NTT, Polisi Selidiki

“Manfaat untuk desa, satu burung bisa memangsa 2-5 ekor tikus per malam dan bisa mengurangi potensi penyakit yang disebabkan tikus,” tambahnya.

Melihat burung terjerat, beberapa petugas kemudian mencari cara untuk menurunkan burung dengan alat seadanya, dan yang paling cepat ditemukan adalah pipa paralon dan pisau.

Upaya darurat tersebut dilakukan agar burung dengan nama ilmiah Strix Seloputo tersebut dapat dievakuasi dengan segera, sebab petugas tidak dapat memprediksi lama hewan nokturnal tersebut telah terjerat tali.

Setelah berhasil diturunkan, benang-benang layangan yang melilit di tubuh burung hantu itu segera dipotong, diurai, dan dilepaskan dari tubuhnya.

“Saat dievakuasi, benang kusut dan bulu burung tercabut jadi bukti perjuangan burung tersebut melepaskan diri. Cakarnya mencengkeram sayap dan agak susah dilepas,” urai Alan.

Burung hantu tersebut kemudian dibawa ke kantor seksi untuk memudahkan penanganan. Setelah berkonsultasi dengan dokter hewan, cengkeraman cakar berhasil dilepaskan.

Setelah dicek, kondisi sayap dan bagian tubuh lain tidak mengalami luka serius, namun burung hantu dalam kondisi stres dan lemah dan petugas menyediakan air minum untuknya.

“Butuh waktu sekitar 5 jam sampai kondisi burung membaik dan bisa terbang lagi,” tutur Alan.

Dengan adanya insiden ini, Alan berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam bermain layangan karena sisa benang bukan hanya berbahaya buat manusia, tapi juga bagi satwa yang ada di sekitar Taman Nasional Alas Purwo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang