Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Curah Hujan Ekstrem, Menhub Soroti Ancaman Serius bagi Jalur Kereta Api

curah-hujan-ekstrem,-menhub-soroti-ancaman-serius-bagi-jalur-kereta-api
Curah Hujan Ekstrem, Menhub Soroti Ancaman Serius bagi Jalur Kereta Api

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penanganan banjir di jalur kereta api harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/12026).

Menurut Menhub, intensitas curah hujan yang terjadi saat ini relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Meduri, yang berdampak pada genangan air di atas rel kereta api pada sejumlah titik strategis, khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat sementara. Harus ada solusi jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi di masa mendatang,” ujar Dudy Purwagandhi.

Dampak Banjir terhadap Operasional Kereta Api

Banjir yang menggenangi jalur rel menyebabkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api demi menjamin keselamatan.

Akibatnya, sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan, bahkan pembatalan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa sejak 16 hingga 19 Januari 2026 terdapat dua titik utama genangan air di wilayah Pekalongan.

Kondisi tersebut memaksa KAI membatalkan 124 perjalanan kereta api penumpang.

“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan. Pengajuan refund dapat dilakukan hingga tujuh hari dan saat ini sudah dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.

Selain pembatalan, keterlambatan perjalanan juga masih terjadi akibat pembatasan kecepatan pada sejumlah lintasan yang terdampak banjir.

Upaya Pemulihan dan Penanganan Darurat

Dalam kunjungan tersebut, Menhub memastikan bahwa penanganan pascabanjir berjalan optimal serta keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama.

Ia juga menekankan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan serta pengelolaan sungai,” kata Menhub.


Page 2

KAI sendiri telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat.

Salah satunya adalah peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter pada titik terdampak.

Ke depan, KAI merencanakan penguatan prasarana dengan peninggian jalur hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter.

Pekerjaan tersebut juga mencakup penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan, sehingga lebih tahan terhadap genangan air.

Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa hingga saat ini operasional perjalanan kereta api telah pulih sekitar 85 persen.

Tidak ada lagi pembatalan perjalanan, namun sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan di beberapa titik.

“Pekerjaan perbaikan terus kami percepat. Kami berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dan operasional kereta api kembali normal sepenuhnya,” ujarnya.

Selain melakukan operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana, KAI juga memberikan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan sebagai bentuk tanggung jawab layanan.

Komitmen Keselamatan dan Pelayanan Publik

Menhub bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanganan di lapangan.

Sementara itu, KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat banjir.

KAI menegaskan komitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keandalan layanan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penanganan banjir di jalur kereta api harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/12026).

Menurut Menhub, intensitas curah hujan yang terjadi saat ini relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Meduri, yang berdampak pada genangan air di atas rel kereta api pada sejumlah titik strategis, khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat sementara. Harus ada solusi jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi di masa mendatang,” ujar Dudy Purwagandhi.

Dampak Banjir terhadap Operasional Kereta Api

Banjir yang menggenangi jalur rel menyebabkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api demi menjamin keselamatan.

Akibatnya, sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan, bahkan pembatalan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa sejak 16 hingga 19 Januari 2026 terdapat dua titik utama genangan air di wilayah Pekalongan.

Kondisi tersebut memaksa KAI membatalkan 124 perjalanan kereta api penumpang.

“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan. Pengajuan refund dapat dilakukan hingga tujuh hari dan saat ini sudah dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.

Selain pembatalan, keterlambatan perjalanan juga masih terjadi akibat pembatasan kecepatan pada sejumlah lintasan yang terdampak banjir.

Upaya Pemulihan dan Penanganan Darurat

Dalam kunjungan tersebut, Menhub memastikan bahwa penanganan pascabanjir berjalan optimal serta keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama.

Ia juga menekankan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan serta pengelolaan sungai,” kata Menhub.