Luncurkan Kartu Pendidikan Gratis

0
185

luncurkanBANYUWANGI – Bupati Abdul lah Azwar Anas kemarin (2/5) meluncurkan kartu layanan pendidikan gratis bagi warga miskin. Launching kartu itu dilakukan di sela-sela upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Blambangan Dalam launching itu, Bupati Anas mengajak jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) ber sama-sama meresmikan peluncuran kartu layanan pendi dikan gratis itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Peresmian itu di tandai dengan penekanan tombol dan pembukaan tabir prasasti duplikat kartu layanan tersebut. Pada acara itu, ada dua kartu layanan yang diluncurkan secara bersama-sama, yakni kartu Banyuwangi Cerdas (KBC) dan kartu Banyuwangi Belajar (KB2). “Kartu Banyuwangi Cerdas dan kartu Banyuwangi Belajar merupakan kebijakan sistemik pemerintah daerah dalam pelayanan pendidikan,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas.

Melalui kartu Banyuwangi Cer das dan kartu Banyuwangi Be lajar, jelas Bupati Anas, pe merintah daerah dapat memberikan pembiayaan pen didikan bagi keluarga tidak mampu. Selain dari keluarga tidak mampu, warga Ba nyuwangi yang memiliki ke cerdasan dan kemampuan khu sus bisa mendapatkan pela yanan pendidikan gratis dari pemerintah daerah. “Melalui kartu Banyuwangi Be lajar itu, pemerintah daerah akan lebih sistemik dalam memberikan beasiswa dan pembiayaan bagi warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan ber ku alitas,” katanya.

Loading...

Kepala Dinas Pendidikan Su lihtiyono mengatakan, dua kartu yang diluncurkan itu memiliki objek sasaran berbeda tapi manfaatnya sama. Sasaran kartu Banyuwangi cerdas adalah warga yang memiliki pres tasi dan kecerdasan tertentu yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomi un tuk melanjutkan pendidikan. Sasaran kartu Banyuwangi Belajar, kata Sulihtiyono, adalah war ga miskin yang tidak mampu me lanjutkan pendidikan.

Kartu Banyuwangi Belajar tersebut berlaku mulai tingkat SD hingga SMA. Warga miskin akan diberi kartu Banyuwangi Belajar agar mendapatkan layanan pen didikan gratis mulai SD hingga SMA. Kartu Banyuwangi Belajar itu berlaku untuk layanan pen didikan SD, SMP, dan SMA. “Pemegang kartu itu akan dibebaskan dari semua biaya demi mendapat layanan pen didikan berkualitas,” ujar Sulihtiyono.

Dia menjelaskan, beasiswa untuk warga tidak mampu itu berlaku selama menyelesaikan pendidikan 12 tahun. Kartu itu akan ditarik kembali jika status ekonomi warga itu meningkat dan tidak lagi menjadi warga miskin. “Selama masih dari keluarga tidak mampu, maka layanan pendidikan dari SD sampai SMA akan diberikan secara gratis 100 persen,” katanya. Sebelum peresmian dua kartu layanan pendidikan itu, Bupati Anas memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi tahun 2013.

Selain mem beri sertifi kat, siswa yang ber prestasi juga mendapat bea siswa mulai Rp 1,8 juta hing ga Rp 2,4 juta per siswa. Ti dak hanya siswa, beberapa guru berprestasi juga diberi penghargaan. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi dan perjuangan ke ras para guru. (radar)

Loading...