M. Kodik, Pawang Seni Jaranan dan Barong di Desa Kelir

0
1371

mBisa Sadarkan Delapan Pemain Kesurupan Sekaligus


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KEBANYAKAN pawang jaranan menyadarkan para pemain jaranan yang kesurupan satu per satu. Tetapi, cara konvensional seperti itu tidak berlaku bagi Kodik, pawang jaranan asal Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro. Kodik biasanya sanggup menyadarkan delapan pemain yang kesurupan sekaligus. Dia mewarisi kemampuan sebagai pawang jaranan dari ayahnya, alm Misbahul Anam. Sejak kecil Kodik sangat tekun mempelajari seni yang diajarkan orang tuanya.

Saat ditanya tentang kemampuan menyadarkan pemain kesurupan dengan cara tidak lazim itu, Kodik mengaku hal itu sebetulnya mudah, yakni hanya dengan menjaga tata krama. Meski berbeda dengan manusia, tapi bangsa jin juga senang jika dihormati. Agar mudah menghilangkan jin yang merasuki tubuh pemain jaranan, Kodik biasanya meminta dengan sopan kepada para jin itu agar berbaris. 

Dengan bantuan jin perewangannya yang bernama Setan Kobar, Mbah Cilik, dan Ratu Tanggal Siji, jin yang berbaris itu dilepaskan dari tubuh para pemain jaranan yang kesurupan secara bersamaan. Selain itu, lelaki yang lahir tahun 1952 itu tidak hanya berkecimpung di kesenian jaranan. Ada beberapa kesenian yang pernah diikutinya. Terkadang dia tampil sebagai pemain musik atau sebagai pawang. Sejak tahun 1971 Kodik sudah ikut beberapa rombongan kesenian, seperti gandrung, janger, barong, dan tetet.

Loading...

Kesenian tetet, menurutnya sekarang agak susah ditemukan. Kesenian itu unik karena menggabungkan kuda dan penari gandrung. Dalam kesenian tetet, kuda menari-nari karena ada penari gandrung yang mengiringi. Untuk tetap melestarikan cita-citanya dalam menjaga kesenian Banyuwangi, Kodik bersama beberapa teman seperjuangan, yakni Asri, Atim, Timbul, dan Busama, membangun grup kesenian barong dan jaranan Sekar Arum.  

Lanjutkan Membaca : 1 | 2