Mantap Pilih Pesantren Setelah Lulus SMP

0
2267

Praktik pun sudah dilakukan di rumah,  dengan  bahasa internaonal itu sebagai komunikasi sehari-hari. “Soal Bahasa Inggrisnya agak sulit,” katanya. Tingkat kesulitan yang tinggi dalam try out justru disyukuri oleh Hamim. Sebab hampir 40 persen soal yang diperolehnya dalam try out, ternyata sangat membantu dalam menjalani ujian sesungguhnya.

Ajang uji coba itu menjadi kisi-kisi yang menarik dan cukup membantu dalam menjawab soal ujian nasional yang dihadapinya. Itu juga yang dilontarkan Jovanka Kusuma Mandaresta, 16, salah satu  nilai terbaik di tryout.

Dia menilai soal yang disajikan dalam try out Jawa Pos Radar Banyuwangi bersama MKKS SMP memang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Namun berkat persiapan yang dipersiapkan, Remaja asal Srono ini juga berhasil melaluinya dengan baik dengan duduk di posisi lima besar peraih nilai terbaik.

Kini setelah ujian nasional dijalani, Hamim dan Jovanka cukup puas dengan proses yang diperolehnya. Deg degan menunggu pengumuman nilai ujian nasional pada 2 Juni 2017 mendatang sebagai penyebabnya. Apa pun hasilnya, dia bersiap melanjutkan ke sekolah yang  diinginkan.

Pilihannya pun sudah ada, anak pasangan lfa Khairunikmah dan Mohamad Ismail itu ingin memperdalam ilmu agama. Kemantapan hatinya, Hamim ingin melanjutkan pendidikan tingkat atasnya di pesantren. Pilihannya ini sudah mendapat restu orang tua.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last