Masalah Warga Klir, Terkendala Mata Air

0
181

masalahSONGGON – Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, menganggap sudah tidak ada masalah terkait rencana pembangunan proyek air bersih yang akan dimanfaatkan warga Desa Sragi. Sebab, mata air yang diambil dialihkan ke lokasi lain. Dengan demikian, rencana pengambilan air di sumber Sungai Kumbo gagal. Meski begitu, sudah ada sumber air yang tunjuk warga sebagai alternatif, salah satunya mata air Sungai Kali Badeng di Dusun Sumberasih, desa setempat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setelah pertemuan di kantor desa Jumat lalu (15/3), konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga, dan Cipta Karya (DPUBCK) Banyuwangi langsung kroscek ke lokasi. Hasilnya, sumber air yang disarankan warga tersebut sangat layak. ‘’Kualitas air jernih dan dingin,’’ ungkap konsultan perencanaan, DPUBCK Banyuwangi, Agus Salim. Berdasar pengamatan dia, debit air yang keluar dari mata air itu sekitar 30 liter per detik. Oleh karena itu, sumber air tersebut dianggap tepat sebagai pilihan.

Loading...

‘’Menurut warga sini, mata air ini tidak pernah mati,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi di sela-sela pengecekan air Jumat lalu. Meski begitu, rencana proyek yang akan menelan anggaran senilai Rp 2,8 miliar itu tampaknya masih ada hambatan. Salah satunya, sumber air berada di bawah tebing setinggi sekitar 70 meter. Tim DPUBCK terus menelusuri aliran air hingga ke bawah.

Namun, ternyata medannya berat dan itu menyulitkan air naik. Sehingga, rencana kedua tersebut juga diperkirakan gagal. Kepala Desa Sragi, Agus Priyono, mengaku akan mencari informasi kepada warga. Sebab, menurut warga, air di sana bisa naik di tempat-tempat tertentu. ‘’Kata warga air bisa naik. Lokasi yang mana, nanti akan kami tanyakan lagi,” katanya kemarin.

Setelah menerima kabar bahwa lokasi sumber air alternatif tersebut sulit, dia bersama Kepala Desa Sumberarum, Supriyono, mencari alternatif lain. Maka muncullah opsi Sungai Gemarang. Namun, mata air yang disarankan warga itu tidak ada. ‘’Sudah kami cari-cari, ternyata gak ada sumbernya,” ujarnya. Karena itu, pihaknya belum mengetahui mata air yang mana yang akan diambil. “Besok cari mata air lagi,” tandasnya. (radar)

Loading...