sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Sejumlah bus yang melintas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menjalani pemeriksaan kelayakan secara mendadak, Rabu (11/3).
Pemeriksaan atau ramp check tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan masyarakat saat musim mudik benar-benar dalam kondisi aman.
Kegiatan ramp check ini digelar di Terminal Sritanjung Banyuwangi oleh petugas dari UPT P3 LLAJ Banyuwangi bersama Satlantas Polresta Banyuwangi.
Pemeriksaan menyasar bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang biasa digunakan masyarakat untuk perjalanan jarak jauh, terutama menjelang momen mudik Lebaran.
Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan administrasi hingga kondisi teknis kendaraan.
Beberapa komponen penting yang diperiksa antara lain fungsi lampu, klakson, kondisi ban, sistem pengereman, hingga kelengkapan dokumen kendaraan.
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Kasi Dalop) UPT P3 LLAJ Banyuwangi, Bambang Hermanto, mengatakan ramp check ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan armada transportasi umum benar-benar laik jalan sebelum melayani penumpang pada musim mudik.
“Ramp check ini untuk memastikan kendaraan laik jalan, baik dari sisi administrasi maupun teknis menjelang Lebaran,” ujarnya.
Menurut Bambang, pemeriksaan tersebut sangat penting karena keselamatan penumpang sangat bergantung pada kondisi kendaraan yang digunakan.
Karena itu, setiap komponen kendaraan diperiksa secara detail oleh petugas di lapangan.
Mulai dari sistem pengereman yang harus berfungsi dengan baik, kondisi ban yang tidak boleh aus, hingga lampu kendaraan yang harus berfungsi normal.
Dari enam bus yang diperiksa secara acak dalam kegiatan tersebut, sebagian besar dinyatakan memenuhi standar kelayakan jalan.
Namun petugas menemukan satu bus dengan kondisi yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
Page 2
Page 3
Bus tersebut diketahui melayani rute Jepara–Denpasar dan kedapatan memiliki kaca depan yang pecah namun tetap digunakan untuk mengangkut penumpang.
“Ada satu bus yang kami kenai tilang karena kaca depannya pecah,” kata Bambang.
Menurutnya, kondisi kaca depan yang rusak dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang karena berpotensi mengganggu jarak pandang saat berkendara.
Karena itu, kendaraan tersebut langsung dikenai tindakan tilang oleh petugas.
Bambang menambahkan, kegiatan ramp check akan terus dilakukan secara berkala, baik sebelum maupun setelah periode angkutan Lebaran.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan transportasi umum sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
“Dengan ramp check dari Dishub dan kepolisian ini diharapkan bisa mengurangi kecelakaan di jalan, khususnya di Banyuwangi,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Tri Pepri Alfiyan, menegaskan bahwa kegiatan ramp check merupakan agenda rutin yang dilakukan bersama instansi terkait.
Selain Dishub, kegiatan tersebut juga melibatkan Jasa Raharja sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan transportasi.
Menurutnya, intensitas pemeriksaan biasanya ditingkatkan saat momen-momen tertentu yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat.
Seperti saat libur Lebaran maupun saat perayaan hari besar keagamaan lainnya.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan bersama Dishub maupun Jasa Raharja,” ujarnya.
Selain memeriksa kendaraan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan penumpang agar turut berperan aktif menjaga keselamatan selama perjalanan.
Penumpang diimbau tidak ragu mengingatkan pengemudi jika terlihat lelah atau mengantuk saat berkendara.
“Kami imbau penumpang juga ikut mengingatkan pengemudi. Kalau sopir terlihat mengantuk, tolong diingatkan untuk menepi,” tegasnya.








