MASIH BERPOTENSI CUACA BURUK

0
355
HUJAN: Jok penumpang ditutupi plastik saat melaju di Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin malam.

SEMENTARA itu, cuaca kurang bersahabat masih akan menjadi momok bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Sebab, hujan disertai petir, angin kencang, dan ombak tinggi, masih menjadi hambatan serius bagi kelancaran berbagai aktivitas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Meski demikian, menurut stasiun meteorologi, situasi itu merupakan fenomena yang wajar. Pengamat cuaca pada stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Banyuwangi, Gigih Nurbaskoro menyatakan, cuaca saat ini masuk dalam musim pancaroba. Beberapa fenomena alam yang akan menyertai pergantian musim akan terjadi, yaitu hujan disertai petir, angin kencang, dan gelombang air laut sedikit meninggi.

Loading...

Gigih menjelaskan, kondisi  itu disebabkan atmosfer dalam  keadaan tidak stabil. Jadi, awan  konvektif sebagai penyebab  turunnya hujan masih berpeluang muncul. Jadi, hujan masih mungkin turun pada sore hingga malam. Selain hujan, BMKG juga memperkirakan angin kencang masih mungkin terjadi.
Saat ini angin bergerak dari tenggara hingga selatan di kisaran 6 kilometer (Km) per jam hingga 33 Km per jam.

Tingginya embusan angin itu tentu berdampak luas terhadap permukaan air laut. Catatan BMKG menunjukkan tinggi gelombang air laut masuk dalam kategori merah. Di pesisir Pantai Selatan, Gigih memperkirakan gelombang air laut berada di kisaran 4 meter hingga 5 meter. Di Selat Bali, ketinggian ombak bisa mencapai 3 meter. Ditambahkannya, fenomena tersebut merupakan kejadian alam biasa. Namun demikian, dia meminta masyarakat tetap waspada atas fenomena alam tersebut. “Itu fenomena alam biasa dan kuncinya harus waspada saja,” pintanya. (radar)