Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Viral! Rekrutmen Kemkomdigi Diduga Bocorkan Data Pribadi, Abil Sudarman Kena Serangan Siber

viral!-rekrutmen-kemkomdigi-diduga-bocorkan-data-pribadi,-abil-sudarman-kena-serangan-siber
Viral! Rekrutmen Kemkomdigi Diduga Bocorkan Data Pribadi, Abil Sudarman Kena Serangan Siber

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Unggahan video pendek yang dibuat konten kreator Abil Sudarman mendadak menjadi sorotan luas warganet.

Video tersebut tidak hanya viral, tetapi juga memicu gelombang serangan siber yang diklaim menyasar akun media sosial miliknya.

Peristiwa ini bermula dari dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Dalam video yang diunggah pada Selasa (27/1/2026), melalui akun TikTok @abilsudarman, Abil menyebut dirinya memberikan “penghargaan loker teraneh 2026” kepada rekrutmen yang diselenggarakan oleh Kemkomdigi.

Pernyataan tersebut merujuk pada mekanisme pendaftaran yang dinilainya tidak lazim dan berisiko terhadap keamanan data pelamar.

Abil menjelaskan bahwa tautan pendaftaran lowongan kerja di situs resmi komdigi.go.id justru mengarahkan calon pelamar ke sebuah folder Google Drive.

Di dalam folder tersebut, pelamar diminta untuk mengunggah berbagai dokumen pribadi, seperti curriculum vitae (CV), kartu tanda penduduk (KTP), surat lamaran kerja, surat keterangan sehat, transkrip nilai, hingga surat pengalaman kerja.

Masalah utama, menurut Abil, terletak pada pengaturan akses folder tersebut. Seluruh folder milik pelamar lain dapat diakses secara bebas oleh publik.

Artinya, siapa pun yang membuka tautan tersebut dapat melihat nama folder, bahkan membuka dokumen berisi data pribadi pelamar lain tanpa pembatasan keamanan.

“Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya kelihatan, nama-namanya kelihatan. Jadi pelamar bisa membuka data pribadi milik pelamar lain,” ungkap Abil dalam videonya.

Ia menilai praktik tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keamanan data pribadi dan berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Menurutnya, situasi ini ironis karena regulasi perlindungan data justru diinisiasi oleh kementerian terkait.

“Bukan hanya praktik yang aneh, ini melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang diusulkan oleh Komdigi sendiri. Sudah jelas tidak boleh membongkar data pribadi, tapi ini justru dilakukan,” kritiknya.

Tak lama setelah video tersebut diunggah, Abil mengklaim dirinya mengalami serangan siber secara masif.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Unggahan video pendek yang dibuat konten kreator Abil Sudarman mendadak menjadi sorotan luas warganet.

Video tersebut tidak hanya viral, tetapi juga memicu gelombang serangan siber yang diklaim menyasar akun media sosial miliknya.

Peristiwa ini bermula dari dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Dalam video yang diunggah pada Selasa (27/1/2026), melalui akun TikTok @abilsudarman, Abil menyebut dirinya memberikan “penghargaan loker teraneh 2026” kepada rekrutmen yang diselenggarakan oleh Kemkomdigi.

Pernyataan tersebut merujuk pada mekanisme pendaftaran yang dinilainya tidak lazim dan berisiko terhadap keamanan data pelamar.

Abil menjelaskan bahwa tautan pendaftaran lowongan kerja di situs resmi komdigi.go.id justru mengarahkan calon pelamar ke sebuah folder Google Drive.

Di dalam folder tersebut, pelamar diminta untuk mengunggah berbagai dokumen pribadi, seperti curriculum vitae (CV), kartu tanda penduduk (KTP), surat lamaran kerja, surat keterangan sehat, transkrip nilai, hingga surat pengalaman kerja.

Masalah utama, menurut Abil, terletak pada pengaturan akses folder tersebut. Seluruh folder milik pelamar lain dapat diakses secara bebas oleh publik.

Artinya, siapa pun yang membuka tautan tersebut dapat melihat nama folder, bahkan membuka dokumen berisi data pribadi pelamar lain tanpa pembatasan keamanan.

“Masalahnya adalah, semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive ini. Semua foldernya kelihatan, nama-namanya kelihatan. Jadi pelamar bisa membuka data pribadi milik pelamar lain,” ungkap Abil dalam videonya.

Ia menilai praktik tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keamanan data pribadi dan berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Menurutnya, situasi ini ironis karena regulasi perlindungan data justru diinisiasi oleh kementerian terkait.

“Bukan hanya praktik yang aneh, ini melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang diusulkan oleh Komdigi sendiri. Sudah jelas tidak boleh membongkar data pribadi, tapi ini justru dilakukan,” kritiknya.

Tak lama setelah video tersebut diunggah, Abil mengklaim dirinya mengalami serangan siber secara masif.