Masuk Pesantren At-Taubah karena Turuti Nafsu

0
424
DAI: Syaifudin memberi nasihat dalam lomba pidato di Lapas Banyuwangi.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi punya cara menarik dalam memperingati hari jadi lembaga tersebut ke-48 pada 27 April 2012 mendatang.
Sejak Kamis lalu (15/3), lapas menggelar berbagai lomba dan pelatihan. Salah satunya adalah lomba pidato. – AGUS BAIHAQI, Banyuwangi-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MASJID At-Taqwa yang berada di tengah-tengah Lapas Banyuwangi siang itu cukup ramai. Sekitar 100 warga binaan pemasyarakatan (WBP) memakai baju muslim war-na putih duduk lesehan di serambi dan sekitar masjid. Para WBP yang berkumpul di masjid itu merupakan jamaah yang akan mengikuti lomba pidato agama Islam.

Tapi ada pula yang sekadar menyaksikan. Lomba tersebut diikuti sembilan peserta putra dan dua peserta-putri. Puluhan orang lainnya adalah para santri Pondok Pesantren At-Taubah, pesantren di dalam lapas itu. Para santri Pesantren At-Taubah itu sengaja didatangkan ke masjid untuk mendengarkan lomba pidato. “Semua warga binaan di lapas yang beragama Islam menjadi santri di Pesantren At-Taubah,” cetus salah satu pengasuh Pesantren At-Taubah, Yusuf Nuris.

Suasana masjid yang mulanya sepi tiba-tiba bergemuruh saat salah satu peserta lomba pidato menyelipkan banyolan-banyolan di tengah pidatonya. “Saya baru tujuh bulan menjadi santri di Pesantren At-Taubah ini. Saya rasa banyak sekali ilmu yang saya dapat,” cetus Syaifudin, salah satu peserta lomba pidato yang sering buat ger-geran penonton.

Loading...

Penampilan Syaifudin terlihat paling meyakinkan. Ayat-ayat Alquran yang dibaca juga cukup fasih, bahkan lengkap terjemahannya. Dengan mengenakan baju takwa warna putih dan berkalung surban, pria yang berumur sekitar 60 tahun itu sempat berkisah perjalanan panjangnya hingga masuk lapas dan menjadi santri di Pesantren At-Taubah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2