Mendadak Berteriak Sebut Nama Tuhan saat Salat

0
650
PERJALANAN: Kiai Musayyidi membaca Alquran di dalam gerbong kereta api.
PERJALANAN: Kiai Musayyidi membaca Alquran di dalam gerbong kereta api.

Sewaktu masih menjadi santri sampai mendirikan pesantren sendiri, almarhum KH. Achmad Musayyidi dikenal tekun dan istiqomah dalam ibadah ubudiah.Dia juga dikenal sebagai sosok kiai yang teguh dalam memegang pendirian.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

-ABDUL AZIZ, Tegalsari-

SELAMA menjadi santri di Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Kebunrejo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kiai Musayyi-di dikenal tekun mengaji. Dia juga tekun melaksanakan salat, termasuk salat sunah. Saat melaksanakan salat sunah, Sayyidi muda sering membuat rekan-rekan yang ada di sampingnya terkejut. Sebab, di tengah menjalankan salat, mendadak dia teriak menyebut nama Allah dengan suara lantang.

Belum jelas apa maksud Sayyidi muda sering berteriak keras saat menunaikan salat. Namun, kesaksian rekan-rekan satu angkatan, saat menunaikan ibadah tersebut yang bersangkutan memang sangat khusyuk. “Saking khusyuknya, beliau seperti benar-benar dekat dengan Allah dan merasakan betapa besarnya kekuasaan Allah. Sehingga, tanpa sadar dia berteriak sangat keras,” kata Rofi’i Hayat, salah satu teman almarhum ketika masih nyantri di Ponpes Kebunrejo pada tahun 1960-an silam.

Selain ibadahnya yang istiqomahdan se r ing mengejutkan rekan-rekannya saat salat, Sayyidi muda juga terbilang santri yang tekun mengikuti pelajaran di pesantren. Bukan hanya mengikuti pe ngajian rutin yang diselenggarakan pesantren, secara khusus dia juga ngajisendiri ke pada pengasuh pesantren almarhum KH. Djunaidi. Saat ngaji kitab kuning sendirian, posisi Sayyidi muda sebagai pihak yang membaca kitab, dan sang kiai memilih sebagai pendengar sambil menyimak.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last